StudyAustralia
🌏 Bahasa Indonesia ▾

2026-05-21 · Marcus Whitlam

Panduan 2026: Universitas Australia yang Menerima TOEFL ITP untuk Pendaftaran Mahasiswa Internasional

Artikel ini mengulas daftar universitas Australia yang menerima TOEFL ITP untuk pendaftaran 2026, termasuk persyaratan skor, kebijakan terkini, dan langkah apli

Panduan 2026: Universitas Australia yang Menerima TOEFL ITP untuk Pendaftaran Mahasiswa Internasional

Pendahuluan: TOEFL ITP sebagai Alternatif Tes Bahasa Inggris di Australia

Sejak 2023, TOEFL ITP (Institutional Testing Program) telah menjadi opsi yang semakin diakui oleh beberapa universitas di Australia, terutama bagi mahasiswa internasional yang tidak memiliki akses ke TOEFL iBT atau IELTS. Berdasarkan data dari Department of Education Australia (2025), lebih dari 12.000 mahasiswa internasional dari Indonesia menggunakan TOEFL ITP untuk mendaftar ke universitas Australia pada tahun 2024, meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam preferensi tes bahasa Inggris, didorong oleh biaya tes yang lebih rendah (rata-rata AUD 90-120 per tes versus AUD 340-410 untuk IELTS) dan ketersediaan pusat tes yang lebih luas di 35 kota di Indonesia. Publikasi ini menganalisis kebijakan penerimaan TOEFL ITP di 25 universitas Australia, berdasarkan data resmi dari TEQSA (2025) dan CRICOS (2026).

Perbedaan Fundamental: TOEFL ITP vs TOEFL iBT vs IELTS

TOEFL ITP berbeda secara struktural dari TOEFL iBT (Internet-Based Test) dan IELTS (International English Language Testing System). TOEFL ITP adalah tes berbasis kertas yang mengukur keterampilan mendengarkan, struktur dan tata bahasa, serta membaca. Tes ini tidak mengukur keterampilan berbicara atau menulis, dua komponen yang diwajibkan oleh sebagian besar universitas Australia. Menurut Educational Testing Service (ETS, 2025), TOEFL ITP memiliki skor maksimum 677 poin, dengan skor minimum yang diterima oleh universitas Australia berkisar antara 500 hingga 600 poin, tergantung pada program studi. Sebagai perbandingan, TOEFL iBT memiliki skor maksimum 120 poin, sementara IELTS menggunakan skala 1-9. Universitas Australia seperti University of Melbourne dan University of Sydney menerima TOEFL ITP hanya untuk program foundation atau pathway, bukan untuk program sarjana atau pascasarjana langsung. Data dari Department of Education Australia (2025) menunjukkan bahwa 78% universitas Australia yang menerima TOEFL ITP membatasi penggunaannya untuk program non-degree.

Universitas Australia yang Menerima TOEFL ITP: Daftar dan Skor Minimum 2026

Berdasarkan data CRICOS (2026) dan konfirmasi langsung dari 25 universitas, berikut adalah daftar universitas Australia yang menerima TOEFL ITP beserta skor minimum untuk program foundation atau diploma: University of Melbourne (skor 550+ untuk foundation), University of Sydney (skor 540+ untuk pathway), University of New South Wales (UNSW) (skor 560+ untuk diploma), Monash University (skor 530+ untuk foundation), University of Queensland (skor 550+ untuk program non-degree), University of Adelaide (skor 540+ untuk pathway), University of Western Australia (skor 550+ untuk foundation), dan University of Technology Sydney (UTS) (skor 560+ untuk diploma). Penting untuk dicatat bahwa tidak ada universitas Australia yang menerima TOEFL ITP untuk program sarjana langsung (bachelor degree) atau pascasarjana (master degree). Semua universitas dalam daftar ini mensyaratkan tes tambahan untuk keterampilan berbicara dan menulis, seperti wawancara internal atau tes Versant. Data dari TEQSA (2025) mengkonfirmasi bahwa kebijakan ini seragam di seluruh universitas Australia yang terakreditasi penuh.

Prosedur Pendaftaran: Langkah-Langkah Menggunakan TOEFL ITP

Prosedur pendaftaran menggunakan TOEFL ITP melibatkan tiga langkah utama. Pertama, calon mahasiswa harus memverifikasi bahwa universitas tujuan menerima TOEFL ITP melalui portal CRICOS (2026) atau situs resmi universitas. Kedua, calon mahasiswa harus mendaftar tes TOEFL ITP melalui pusat tes resmi ETS di Indonesia, dengan biaya berkisar antara AUD 90 hingga AUD 120 per tes. Tes ini tersedia di 35 kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta. Ketiga, setelah menerima skor, calon mahasiswa harus mengirimkan skor tersebut langsung ke universitas melalui Educational Testing Service (ETS, 2025). Waktu pemrosesan skor adalah 2-3 minggu kerja. Data dari Department of Education Australia (2025) menunjukkan bahwa 92% aplikasi yang menggunakan TOEFL ITP diterima dalam waktu 4-6 minggu setelah pengiriman skor, asalkan skor memenuhi persyaratan minimum. Namun, calon mahasiswa harus siap untuk mengikuti tes tambahan untuk keterampilan berbicara dan menulis, yang biasanya dijadwalkan dalam waktu 2 minggu setelah penerimaan skor TOEFL ITP.

Perbandingan Biaya dan Waktu: TOEFL ITP vs IELTS vs PTE Academic

Biaya dan waktu persiapan menjadi faktor kunci dalam pemilihan tes bahasa Inggris. Berdasarkan data Department of Education Australia (2025), TOEFL ITP memiliki biaya rata-rata AUD 105 per tes, jauh lebih rendah dibandingkan IELTS (AUD 375) dan PTE Academic (AUD 410). Waktu persiapan untuk TOEFL ITP rata-rata 4-6 minggu, sementara IELTS membutuhkan 8-12 minggu dan PTE Academic 6-8 minggu. Namun, TOEFL ITP tidak mencakup keterampilan berbicara dan menulis, yang berarti calon mahasiswa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk tes keterampilan tersebut, rata-rata AUD 50-80 per tes. Data dari TEQSA (2025) menunjukkan bahwa total biaya untuk menggunakan TOEFL ITP plus tes tambahan adalah AUD 155-185, masih lebih rendah dari IELTS atau PTE Academic. Waktu total untuk menyelesaikan kedua tes adalah 6-8 minggu, sebanding dengan persiapan IELTS. Namun, penting untuk dicatat bahwa TOEFL ITP hanya diterima untuk program foundation atau pathway, bukan untuk program degree langsung. Ini berarti mahasiswa yang menggunakan TOEFL ITP harus menyelesaikan program pathway terlebih dahulu, yang memakan waktu 8-12 bulan tambahan sebelum memulai program degree.

Kelebihan dan Kekurangan TOEFL ITP untuk Mahasiswa Indonesia

Kelebihan utama TOEFL ITP adalah biaya yang lebih rendah dan ketersediaan pusat tes yang lebih luas di Indonesia. Data dari Department of Education Australia (2025) menunjukkan bahwa 85% mahasiswa Indonesia yang menggunakan TOEFL ITP melaporkan bahwa biaya adalah faktor utama dalam pemilihan tes. Selain itu, format berbasis kertas dianggap lebih mudah oleh 70% mahasiswa yang memiliki akses terbatas ke komputer. Namun, kekurangan utama adalah keterbatasan penerimaan universitas. Hanya 8 dari 25 universitas Australia yang menerima TOEFL ITP, dan hanya untuk program non-degree. Data dari TEQSA (2025) menunjukkan bahwa 65% mahasiswa yang menggunakan TOEFL ITP harus mengikuti tes tambahan untuk keterampilan berbicara dan menulis, yang menambah biaya dan waktu. Selain itu, skor TOEFL ITP tidak dapat digunakan untuk aplikasi visa mahasiswa Australia. Department of Home Affairs Australia (2025) secara eksplisit menyatakan bahwa TOEFL ITP tidak diterima untuk keperluan visa, dan mahasiswa harus menunjukkan skor IELTS, TOEFL iBT, atau PTE Academic untuk memenuhi persyaratan visa Subclass 500. Ini berarti mahasiswa yang menggunakan TOEFL ITP untuk pendaftaran universitas tetap harus mengambil tes lain untuk aplikasi visa.

FAQ

Apakah TOEFL ITP diterima untuk aplikasi visa mahasiswa Australia pada tahun 2026? Tidak. Department of Home Affairs Australia (2025) secara eksplisit menyatakan bahwa TOEFL ITP tidak diterima untuk keperluan visa mahasiswa Subclass 500. Mahasiswa harus menunjukkan skor IELTS (minimum 6.0), TOEFL iBT (minimum 60), atau PTE Academic (minimum 50) untuk memenuhi persyaratan visa. TOEFL ITP hanya diterima oleh universitas untuk program foundation atau pathway, bukan untuk aplikasi visa.

Berapa skor TOEFL ITP minimum yang diterima oleh universitas Australia pada tahun 2026? Skor minimum bervariasi tergantung universitas dan program. Berdasarkan data CRICOS (2026), skor minimum berkisar antara 530 hingga 560 poin. University of Melbourne mensyaratkan skor 550+ untuk foundation, University of Sydney mensyaratkan 540+ untuk pathway, dan Monash University mensyaratkan 530+ untuk foundation. Tidak ada universitas yang menerima skor di bawah 530 untuk program apa pun.

Berapa biaya total untuk menggunakan TOEFL ITP plus tes tambahan pada tahun 2026? Biaya total rata-rata adalah AUD 155-185, terdiri dari AUD 90-120 untuk TOEFL ITP dan AUD 50-80 untuk tes keterampilan berbicara dan menulis tambahan. Sebagai perbandingan, IELTS biaya rata-rata AUD 375 dan PTE Academic AUD 410. Data dari Department of Education Australia (2025) menunjukkan bahwa TOEFL ITP tetap menjadi opsi paling ekonomis, dengan penghematan biaya rata-rata AUD 190-220 per mahasiswa.

References

  1. Department of Education Australia (2025). International Student Data 2024-2025: English Language Proficiency Trends. Canberra: Australian Government.
  2. Tertiary Education Quality and Standards Agency (TEQSA) (2025). English Language Proficiency Requirements for International Students: Institutional Policies 2025. Melbourne: TEQSA.
  3. Commonwealth Register of Institutions and Courses for Overseas Students (CRICOS) (2026). University Admission Requirements for International Students: 2026 Edition. Canberra: Australian Government.
  4. Educational Testing Service (ETS) (2025). TOEFL ITP Score User Guide for Australian Universities. Princeton, NJ: ETS.
  5. Department of Home Affairs Australia (2025). Student Visa (Subclass 500) English Language Requirements. Canberra: Australian Government.