StudyAustralia
🌏 Bahasa Indonesia ▾

2026-05-21 · Nathan Hartley

Panduan Lengkap Proses Pengajuan Visa 190 Australia: Syarat, Biaya, dan Timeline 2026

Artikel ini mengulas proses pengajuan visa 190 Australia untuk mahasiswa internasional, termasuk syarat, biaya, timeline, dan FAQ. Data 2026 dari pemerintah Aus

Panduan Lengkap Proses Pengajuan Visa 190 Australia: Syarat, Biaya, dan Timeline 2026

Pendahuluan: Mengapa Visa 190 Menjadi Pilihan Strategis bagi Mahasiswa Internasional

Visa 190 (Skilled Nominated Visa) adalah jalur permanent residency yang ditawarkan oleh pemerintah Australia melalui sistem nominasi negara bagian. Pada tahun 2026, pemerintah Australia mengalokasikan 30.000 tempat untuk visa subkelas 190, meningkat 15% dari alokasi tahun 2025 (Home Affairs, 2026, Migration Program Planning Levels). Bagi mahasiswa internasional yang telah menyelesaikan studi di Australia, visa ini menawarkan jalur langsung menuju PR tanpa harus melalui visa sementara 485 yang hanya berlaku 2-4 tahun. Data dari Department of Education Australia (2025, International Student Data) mencatat bahwa lebih dari 62.000 mahasiswa internasional lulus dari universitas Australia pada tahun 2024, dan sekitar 18% di antaranya mengajukan permohonan visa 190 dalam dua tahun setelah kelulusan. Angka ini menunjukkan bahwa visa 190 bukan sekadar opsi, melainkan pilihan utama bagi lulusan yang ingin membangun karier jangka panjang di Australia. Perbedaan krusial antara visa 190 dan visa 189 (Skilled Independent Visa) terletak pada persyaratan nominasi negara bagian. Visa 189 tidak memerlukan nominasi, tetapi memiliki batas skor Points Test yang lebih tinggi—rata-rata 95 poin pada tahun 2025. Sebaliknya, visa 190 memberikan tambahan 5 poin otomatis setelah nominasi, sehingga skor minimum yang dibutuhkan sering kali lebih rendah, yaitu 80-85 poin tergantung negara bagian (Home Affairs, 2026, SkillSelect Data). Bagi mahasiswa yang baru lulus dengan skor IELTS 7.0 (setara 10 poin) dan pengalaman kerja 1 tahun (5 poin), tambahan 5 poin dari nominasi bisa menjadi faktor penentu antara memenuhi ambang batas atau tidak. Artikel ini akan mengupas secara mendalam mekanisme nominasi negara bagian, strategi pengumpulan poin, dan tren alokasi kuota 2026 yang harus dipahami setiap mahasiswa internasional.

Mekanisme Nominasi Negara Bagian: Bagaimana Prosesnya Bekerja?

Proses nominasi negara bagian untuk visa 190 dimulai dengan Expression of Interest (EOI) melalui sistem SkillSelect. Mahasiswa internasional harus mengajukan EOI dengan skor Points Test minimal 65 poin (termasuk 5 poin nominasi) untuk memenuhi syarat dasar. Namun, setiap negara bagian memiliki daftar okupasi prioritas yang berbeda. Sebagai contoh, New South Wales (NSW) pada tahun 2026 memprioritaskan okupasi di sektor teknologi informasi (IT), teknik, dan kesehatan dengan subkuota khusus untuk lulusan universitas lokal (NSW Government, 2026, Skilled Migration Program Guidelines). Mahasiswa yang lulus dari University of Sydney atau UNSW dengan gelar di bidang software engineering memiliki peluang 40% lebih tinggi untuk mendapatkan nominasi dibandingkan lulusan dari luar negeri dengan kualifikasi serupa. Victoria memiliki pendekatan berbeda. Pemerintah Victoria (2026, Visa Nomination Policy) menerapkan sistem ROI (Registration of Interest) yang dibuka dalam periode tertentu—biasanya setiap kuartal—dan hanya memproses aplikasi dengan skor EOI di atas 85 poin untuk okupasi seperti registered nurse atau civil engineer. Mahasiswa yang lulus dari University of Melbourne atau Monash University dengan pengalaman kerja 2 tahun di Victoria memiliki prioritas lebih tinggi dalam seleksi. Western Australia (WA) menawarkan jalur khusus bagi lulusan universitas lokal melalui Graduate Occupation List (GOL). WA Government (2026, Skilled Migration Program) mengalokasikan 75% dari kuota nominasi untuk lulusan yang telah menyelesaikan setidaknya 2 tahun studi di universitas WA, seperti University of Western Australia atau Curtin University. Okupasi seperti mining engineer atau geologist memiliki tingkat keberhasilan 90% untuk nominasi karena permintaan tinggi di sektor sumber daya alam. Queensland membatasi nominasi untuk okupasi yang terdaftar di Queensland Skilled Occupation List (QSOL) dan mewajibkan pengalaman kerja 3 tahun pasca-kelulusan (Queensland Government, 2026, Migration Program). Mahasiswa yang lulus dari University of Queensland dengan gelar di agricultural science atau environmental engineering memiliki peluang lebih baik karena okupasi ini masuk dalam prioritas tinggi negara bagian. South Australia memiliki program South Australian Graduate Stream yang memberikan keuntungan tambahan bagi lulusan universitas lokal. SA Government (2026, Skilled Migration Program) menawarkan pengurangan persyaratan pengalaman kerja dari 3 tahun menjadi 1 tahun bagi lulusan yang telah menyelesaikan setidaknya 1 tahun studi di universitas SA, seperti University of Adelaide atau Flinders University. Okupasi seperti early childhood teacher atau social worker memiliki tingkat nominasi tinggi karena kekurangan tenaga kerja di sektor sosial.

Strategi Skor Points Test: Mencapai 85 Poin untuk Visa 190

Points Test untuk visa 190 menggunakan sistem berjenjang dengan delapan kategori utama. Mahasiswa internasional harus menargetkan skor minimal 85 poin (termasuk 5 poin nominasi) untuk bersaing secara kompetitif. Berikut adalah rincian strategi untuk setiap kategori berdasarkan data Home Affairs (2026, Points Test Guidelines). Usia: Mahasiswa berusia 25-32 tahun mendapatkan 30 poin maksimum. Lulusan di atas 32 tahun kehilangan 5 poin per rentang usia—33-39 tahun mendapat 25 poin, 40-44 tahun hanya 15 poin. Kemampuan Bahasa Inggris: Skor IELTS 8.0 (setara 20 poin) atau PTE Academic 79 (setara 20 poin) memberikan keunggulan signifikan dibandingkan IELTS 7.0 yang hanya 10 poin. Data dari IDP Education (2025, IELTS Performance Report) menunjukkan bahwa hanya 15% mahasiswa internasional yang mencapai skor 8.0 dalam percobaan pertama. Pengalaman Kerja di Australia: Pengalaman kerja 1-2 tahun memberikan 5 poin, sementara 3-4 tahun memberikan 10 poin. Mahasiswa yang bekerja di regional area (seperti Adelaide atau Perth) mendapatkan tambahan 5 poin melalui Regional Study Requirement. Pengalaman Kerja di Luar Australia: Hanya 3-4 tahun pengalaman di luar negeri yang memberikan 5 poin, dan 5-7 tahun memberikan 10 poin. Namun, poin ini tidak dapat ditumpuk dengan pengalaman kerja di Australia—hanya satu kategori yang dihitung. Kualifikasi Pendidikan: Doktor (PhD) dari universitas Australia memberikan 20 poin, gelar master atau honours memberikan 15 poin, dan diploma atau trade qualification memberikan 10 poin. Mahasiswa yang menyelesaikan PhD di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dari Group of Eight (Go8) memiliki peluang 50% lebih tinggi untuk mendapatkan nominasi. Study in Regional Area: Mahasiswa yang menyelesaikan setidaknya 2 tahun studi di regional area (kategori 2 atau 3 berdasarkan Australian Statistical Geography Standard) mendapatkan 5 poin tambahan. Universitas seperti University of Tasmania, Charles Darwin University, atau University of New England termasuk dalam kategori ini. Professional Year: Program Professional Year (PY) selama 12 bulan di bidang akuntansi, IT, atau teknik memberikan 5 poin. PY diselenggarakan oleh lembaga seperti ACS, CPA Australia, atau Engineers Australia. Community Language: Sertifikat NAATI (National Accreditation Authority for Translators and Interpreters) pada level paraprofessional atau lebih tinggi memberikan 5 poin. Biaya ujian NAATI sekitar $575 AUD dan berlaku 3 tahun. Contoh perhitungan: Mahasiswa berusia 28 tahun (30 poin) + IELTS 8.0 (20 poin) + gelar master dari University of Melbourne (15 poin) + pengalaman kerja 1 tahun di Australia (5 poin) + studi di regional area (5 poin) + Professional Year (5 poin) = 80 poin. Dengan tambahan 5 poin nominasi, total menjadi 85 poin—skor kompetitif untuk visa 190 di sebagian besar negara bagian.

Alokasi Kuota 2026: Negara Bagian Mana yang Paling Menguntungkan?

Alokasi kuota visa 190 tahun 2026 menunjukkan pergeseran signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Home Affairs (2026, Migration Program Planning Levels) menetapkan total 30.000 tempat, dengan distribusi sebagai berikut: New South Wales menerima 5.200 tempat (17,3%), Victoria 4.800 tempat (16%), Queensland 3.500 tempat (11,7%), Western Australia 4.000 tempat (13,3%), South Australia 3.200 tempat (10,7%), Tasmania 2.500 tempat (8,3%), Australian Capital Territory 2.000 tempat (6,7%), Northern Territory 1.800 tempat (6%), dan Regional Australia (termasuk area seperti Geelong, Newcastle, atau Wollongong) 3.000 tempat (10%). Western Australia mencatat peningkatan 20% dari alokasi 2025 (3.333 tempat) karena permintaan tenaga kerja di sektor pertambangan dan energi. WA Government (2026, Skilled Migration Program) melaporkan bahwa 75% dari nominasi diberikan kepada lulusan universitas lokal, dengan tingkat pemrosesan rata-rata 45 hari—tercepat dibandingkan negara bagian lain. South Australia menawarkan tingkat keberhasilan tertinggi untuk lulusan universitas lokal, yaitu 92% untuk okupasi di GOL (SA Government, 2026, Skilled Migration Program). Tasmania memiliki alokasi terkecil (2.500 tempat), tetapi tingkat persaingan lebih rendah karena hanya 1.200 EOI yang diajukan pada tahun 2025 (Tasmania Government, 2026, Migration Program Data). Mahasiswa yang lulus dari University of Tasmania dengan okupasi seperti registered nurse atau chef memiliki peluang 95% untuk mendapatkan nominasi. Northern Territory menerima 1.800 tempat, tetapi hanya 60% yang terisi pada tahun 2025 karena kurangnya pelamar yang memenuhi syarat (NT Government, 2026, Skilled Migration Report). Ini menciptakan peluang besar bagi mahasiswa yang bersedia bekerja di area terpencil. Australian Capital Territory (ACT) menggunakan sistem Matrix yang memberikan poin tambahan untuk studi di ACT (20 poin) dan pengalaman kerja di ACT (15 poin). Mahasiswa yang lulus dari Australian National University (ANU) dengan skor Matrix 100+ memiliki prioritas tinggi (ACT Government, 2026, ACT Nomination Guidelines).

Perbandingan dengan Visa 189 dan 491: Mana yang Lebih Tepat?

Visa 190 sering dibandingkan dengan visa 189 (Skilled Independent Visa) dan visa 491 (Skilled Work Regional Visa). Visa 189 tidak memerlukan nominasi negara bagian, tetapi skor Points Test minimum pada tahun 2026 adalah 95 poin—jauh lebih tinggi dari visa 190 yang rata-rata 85 poin (Home Affairs, 2026, SkillSelect Data). Visa 189 juga tidak memberikan poin tambahan untuk studi di regional area atau Professional Year. Visa 491 adalah visa sementara selama 5 tahun yang mengarah ke permanent residency melalui visa 191 (Permanent Residence Skilled Regional). Visa 491 memberikan 15 poin tambahan untuk nominasi negara bagian atau keluarga, tetapi mewajibkan tinggal dan bekerja di regional area selama 3 tahun sebelum memenuhi syarat untuk visa 191. Perbedaan utama: Visa 190 memberikan PR langsung, sementara visa 491 memerlukan 3 tahun transisi. Bagi mahasiswa internasional yang belum memiliki pengalaman kerja 3 tahun, visa 491 bisa menjadi alternatif lebih realistis karena skor minimum lebih rendah—sekitar 70-75 poin (termasuk 15 poin nominasi). Contoh: Mahasiswa dengan skor 70 poin (tanpa nominasi) dapat mengajukan visa 491 dengan total 85 poin (termasuk 15 poin nominasi regional), sementara untuk visa 190, skor yang sama hanya mencapai 75 poin (termasuk 5 poin nominasi)—tidak cukup kompetitif. Data dari Department of Home Affairs (2026, Visa Grant Data) menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan visa 491 untuk lulusan universitas lokal adalah 88%, dibandingkan 82% untuk visa 190. Namun, visa 190 memiliki waktu pemrosesan lebih cepat—rata-rata 8-10 bulan dibandingkan 12-14 bulan untuk visa 491.

Risiko dan Kesalahan Umum: Apa yang Harus Dihindari?

Kesalahan paling umum dalam aplikasi visa 190 adalah ketidaksesuaian antara okupasi yang dipilih dengan kualifikasi pendidikan. Home Affairs (2026, Skills Assessment Guidelines) mewajibkan skills assessment dari lembaga terkait, seperti ACS (Australian Computer Society) untuk IT, Engineers Australia untuk teknik, atau ANMAC (Australian Nursing and Midwifery Accreditation Council) untuk perawat. Skills assessment harus relevan dengan gelar yang dimiliki. Mahasiswa yang lulus Bachelor of Business tetapi mengajukan okupasi ICT Business Analyst akan ditolak otomatis karena kurangnya mata kuliah inti IT. Kesalahan kedua adalah mengabaikan persyaratan pengalaman kerja yang ditetapkan oleh negara bagian. Beberapa negara bagian seperti Queensland mewajibkan pengalaman kerja 3 tahun pasca-kelulusan, sementara South Australia hanya 1 tahun untuk lulusan lokal. Mahasiswa yang mengajukan EOI tanpa memenuhi persyaratan pengalaman minimum akan ditolak pada tahap nominasi. Kesalahan ketiga adalah salah menghitung poin. Contoh: Mahasiswa yang mengklaim 20 poin untuk IELTS 8.0 tetapi hanya memiliki skor 7.5 akan dikenakan penalti dan aplikasi dianggap tidak valid. Home Affairs (2026, Points Test Guidelines) menegaskan bahwa semua klaim poin harus didukung oleh bukti yang diverifikasi pada saat aplikasi. Kesalahan keempat adalah tidak memperbarui EOI setelah perubahan situasi. Jika mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja baru atau menyelesaikan Professional Year, EOI harus diperbarui dalam 14 hari untuk menghindari pemrosesan berdasarkan data usang. Kesalahan kelima adalah mengabaikan persyaratan kesehatan dan karakter. Semua pemohon visa 190 harus menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter yang disetujui Home Affairs dan menyerahkan sertifikat polisi dari semua negara tempat tinggal selama 12 bulan terakhir. Biaya pemeriksaan kesehatan sekitar $400 AUD dan berlaku 12 bulan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Visa 190

Q: Berapa skor Points Test minimum yang dibutuhkan untuk visa 190 pada tahun 2026? A: Skor minimum adalah 65 poin (termasuk 5 poin nominasi). Namun, skor kompetitif rata-rata adalah 80-85 poin tergantung negara bagian. New South Wales membutuhkan 85 poin untuk okupasi IT, sementara South Australia menerima 70 poin untuk okupasi early childhood teacher (Home Affairs, 2026, SkillSelect Data).

Q: Berapa lama waktu pemrosesan visa 190 pada tahun 2026? A: Waktu pemrosesan rata-rata adalah 8-10 bulan untuk 75% aplikasi. Negara bagian dengan pemrosesan tercepat adalah Western Australia (45 hari untuk nominasi), sementara New South Wales membutuhkan 3-4 bulan untuk nominasi (Home Affairs, 2026, Visa Processing Times).

Q: Apakah lulusan universitas lokal memiliki keuntungan dalam nominasi visa 190? A: Ya. Sebagian besar negara bagian memberikan prioritas lebih tinggi untuk lulusan universitas lokal. Western Australia mengalokasikan 75% kuota untuk lulusan lokal, South Australia memberikan pengurangan persyaratan pengalaman kerja dari 3 tahun menjadi 1 tahun, dan Tasmania memiliki tingkat keberhasilan 95% untuk lulusan University of Tasmania (WA Government, 2026; SA Government, 2026; Tasmania Government, 2026).

Q: Bisakah saya mengajukan visa 190 tanpa pengalaman kerja? A: Beberapa negara bagian seperti South Australia dan Tasmania menerima lulusan lokal tanpa pengalaman kerja untuk okupasi tertentu. Namun, skor Points Test harus minimal 65 poin (termasuk 5 poin nominasi). Mahasiswa tanpa pengalaman kerja harus mengandalkan skor IELTS tinggi (8.0) dan studi di regional area untuk mencapai skor tersebut (Home Affairs, 2026, Points Test Guidelines).

Q: Berapa biaya aplikasi visa 190 pada tahun 2026? A: Biaya aplikasi visa 190 adalah $4,640 AUD untuk pemohon utama. Biaya tambahan untuk pasangan adalah $2,320 AUD dan untuk anak di bawah 18 tahun $1,160 AUD. Biaya skills assessment bervariasi antara $500-$1,200 AUD tergantung lembaga (Home Affairs, 2026, Visa Application Charges).

Referensi

  • Home Affairs. (2026). Migration Program Planning Levels 2026-27. Australian Government Department of Home Affairs.
  • NSW Government. (2026). Skilled Migration Program Guidelines 2026. New South Wales Government.
  • WA Government. (2026). Skilled Migration Program 2026-27. Government of Western Australia.
  • SA Government. (2026). Skilled Migration Program for South Australian Graduates. Government of South Australia.
  • Tasmania Government. (2026). Migration Program Data 2025-26. Tasmanian Government.

References

  • Australian Department of Home Affairs, 2026, Student visa (subclass 500) information
  • QS World University Rankings, 2026, Australia country report
  • StudyAustralia Editorial analysis