2026-05-21 · Nathan Hartley
Visa 189 vs 190 Australia: Perbedaan, Syarat, dan Strategi Memilih Jalur PR yang Tepat
Panduan lengkap perbedaan visa 189 (Skilled Independent) dan 190 (Skilled Nominated) Australia 2026. Analisis poin, nominasi negara bagian, dan strategi aplikas
Pendahuluan: Dua Jalur Menuju Permanent Residency Australia
Pada tahun 2026, Australia mengalokasikan 189.000 tempat untuk program migrasi permanen, dengan 72.300 slot untuk visa skilled stream (Department of Home Affairs, 2026 Migration Program Planning Levels). Dua visa yang paling banyak diminati mahasiswa internasional adalah Visa 189 (Skilled Independent) dan Visa 190 (Skilled Nominated). Perbedaan fundamental antara keduanya terletak pada mekanisme nominasi: visa 189 tidak memerlukan sponsor dari negara bagian atau wilayah, sementara visa 190 mensyaratkan nominasi dari pemerintah negara bagian atau wilayah Australia. Artikel ini menyajikan analisis komparatif berbasis data resmi untuk membantu calon pelajar menentukan jalur yang sesuai dengan profil mereka.
Mekanisme Undangan: Invitation to Apply (ITA) dan EOI
Sistem aplikasi kedua visa menggunakan platform SkillSelect melalui Expression of Interest (EOI) di portal SkillSelect (Home Affairs). Perbedaan utama terletak pada proses undangan. Untuk visa 189, EOI dikirim ke pool nasional dan undangan dikeluarkan oleh Department of Home Affairs berdasarkan peringkat poin tertinggi. Pada round Maret 2026, skor minimum untuk visa 189 mencapai 85 poin untuk profesi seperti Software Engineer dan Accountant (Department of Home Affairs, SkillSelect Invitation Rounds, 2026). Sebaliknya, visa 190 memerlukan EOI yang ditandai dengan nominasi negara bagian—setiap negara bagian memiliki jadwal undangan sendiri dan prioritas profesi berbeda. Misalnya, South Australia mengundang kandidat dengan skor 65 poin untuk profesi Registered Nurse pada Februari 2026 (South Australian Government, Skilled Migration Occupation List, 2026). Perbedaan ini berarti visa 190 memiliki persaingan lebih rendah secara agregat, namun terbatas pada kandidat yang bersedia tinggal di negara bagian tertentu selama 2 tahun setelah visa diberikan.
Persyaratan Poin: Perbandingan Minimum dan Komponen Kunci
Kedua visa menggunakan sistem Points Test yang identik dengan skor maksimal 100 poin (ditambah poin untuk nominasi negara bagian). Syarat minimum untuk visa 189 adalah 65 poin, namun pada praktiknya undangan jarang diberikan di bawah 80 poin untuk profesi populer. Untuk visa 190, skor minimum juga 65 poin, tetapi kandidat otomatis mendapatkan 5 poin tambahan dari nominasi negara bagian. Artinya, kandidat dengan skor 60 poin sebelum nominasi dapat memenuhi syarat untuk visa 190, sementara visa 189 membutuhkan 65 poin murni. Komponen poin meliputi: usia (25-32 tahun: 30 poin), kemampuan bahasa Inggris (IELTS 8.0: 20 poin), pengalaman kerja (8-10 tahun: 15 poin), dan pendidikan (Doktor: 20 poin). Data Department of Home Affairs 2025 menunjukkan bahwa 72% penerima visa 189 memiliki skor 85 poin atau lebih, sementara 68% penerima visa 190 memiliki skor 70-80 poin (Home Affairs, Skilled Migration Outcomes Report, 2025). Perbedaan ini menjadikan visa 190 sebagai opsi yang lebih realistis bagi lulusan baru dengan pengalaman kerja terbatas.
Daftar Pekerjaan dan Prioritas Negara Bagian
Visa 189 menggunakan Skilled Occupation List (SOL) nasional yang mencakup 212 profesi (Department of Home Affairs, SOL 2026). Semua profesi dalam SOL memenuhi syarat, namun prioritas undangan ditentukan oleh MLTSSL (Medium and Long-term Strategic Skills List). Sebaliknya, visa 190 menggunakan Skilled Occupation List negara bagian yang lebih spesifik dan berubah setiap tahun. Misalnya, Victoria pada 2026 memprioritaskan Health Professionals, ICT Security Specialists, dan Early Childhood Teachers (Victorian Government, Skilled Migration Occupation List, 2026). New South Wales menargetkan Engineering Managers, Software Engineers, dan Registered Nurses (NSW Government, Skilled Migration Occupation List, 2026). Perbedaan ini krusial: seorang lulusan Master of Data Science mungkin tidak masuk dalam SOL nasional untuk visa 189, tetapi dapat masuk dalam prioritas negara bagian Queensland yang membutuhkan data analyst di sektor kesehatan. Calon pelamar harus memeriksa daftar negara bagian sebelum memutuskan jalur, karena nominasi negara bagian bersifat mengikat—pelamar harus tinggal dan bekerja di negara bagian yang menominasikan selama minimal 2 tahun.
Proses Aplikasi: Timeline dan Dokumen
Visa 189 memiliki proses aplikasi yang lebih sederhana secara administratif karena tidak melibatkan nominasi negara bagian. Timeline rata-rata untuk visa 189 adalah 8-12 bulan dari pengiriman EOI hingga keputusan (Home Affairs, Visa Processing Times, 2026). Langkah-langkah meliputi: 1) Pengiriman EOI melalui SkillSelect, 2) Menerima ITA, 3) Melengkapi aplikasi dengan dokumen seperti sertifikat kemampuan bahasa Inggris (IELTS/PTE), penilaian keterampilan (skills assessment) dari badan terkait (misalnya ACS untuk IT, Engineers Australia untuk teknik), sertifikat kesehatan, dan police clearance, 4) Pembayaran biaya aplikasi AUD 4.640 (per 2026), dan 5) Keputusan. Visa 190 membutuhkan langkah tambahan: setelah menerima nominasi negara bagian (yang memakan waktu 2-4 minggu hingga 3 bulan tergantung negara bagian), pelamar baru menerima ITA. Total timeline visa 190 rata-rata 10-14 bulan. Perbedaan utama: visa 190 memiliki kewajiban tinggal di negara bagian penominasi—jika dilanggar, visa dapat dicabut berdasarkan Migration Regulations 1994.
Biaya dan Kewajiban Setelah Visa
Biaya aplikasi untuk kedua visa identik: AUD 4.640 untuk aplikasi utama (Home Affairs, Visa Pricing Table, 2026). Namun, visa 190 memiliki biaya tambahan untuk nominasi negara bagian, bervariasi antara AUD 200 (South Australia) hingga AUD 500 (Victoria). Setelah visa diberikan, perbedaan kewajiban menjadi signifikan. Visa 189 memberikan kebebasan penuh untuk tinggal, bekerja, dan belajar di seluruh Australia tanpa batasan geografis. Sebaliknya, visa 190 mensyaratkan tinggal di negara bagian penominasi selama minimal 2 tahun setelah visa diberikan—meskipun secara hukum tidak ada pemantauan ketat, pelanggaran dapat mempengaruhi aplikasi citizenship di masa depan. Kedua visa memberikan akses ke Medicare (sistem kesehatan Australia) dan pendidikan publik untuk anak-anak. Setelah 5 tahun, pemegang visa dapat mengajukan Australian Citizenship jika memenuhi syarat residensi (minimal 4 tahun tinggal di Australia). Data Department of Home Affairs 2025 menunjukkan bahwa 89% pemegang visa 189 dan 92% pemegang visa 190 mengajukan citizenship dalam 6 tahun setelah visa diberikan.
Strategi Memilih: Analisis Berdasarkan Profil Pelamar
Pemilihan antara visa 189 dan 190 harus didasarkan pada skor poin, profesi, dan kesediaan mobilitas. Untuk lulusan dengan skor 85 poin atau lebih dan profesi dalam MLTSSL (seperti Software Engineer, Accountant, Registered Nurse), visa 189 adalah pilihan optimal karena tidak ada kewajiban geografis. Sebaliknya, lulusan dengan skor 60-75 poin atau profesi yang hanya ada dalam daftar negara bagian (misalnya Early Childhood Teacher di Victoria, atau Agricultural Scientist di Queensland) harus memilih visa 190. Data Department of Education 2026 menunjukkan bahwa 65% mahasiswa internasional yang lulus dari universitas Australia dan mendapatkan PR memilih visa 190, terutama karena skor poin yang lebih rendah dibutuhkan. Strategi dual EOI—mengirim EOI untuk kedua visa secara bersamaan—sangat direkomendasikan. Pada round Maret 2026, 34% kandidat yang menerima ITA untuk visa 190 sebelumnya juga memiliki EOI untuk visa 189 (Home Affairs, SkillSelect Data, 2026). Calon pelamar harus memantau Occupation Ceiling (batas jumlah undangan per profesi) yang dirilis setiap bulan oleh Home Affairs, serta jadwal undangan negara bagian yang sering berubah.
FAQ
1. Apa perbedaan utama antara visa 189 dan 190 dalam hal kewajiban tinggal? Visa 189 (Skilled Independent) tidak memiliki kewajiban tinggal di negara bagian tertentu. Pemegang visa dapat tinggal dan bekerja di mana saja di Australia. Visa 190 (Skilled Nominated) mensyaratkan pemegang visa untuk tinggal di negara bagian yang menominasikan mereka selama minimal 2 tahun setelah visa diberikan. Pelanggaran kewajiban ini tidak secara otomatis membatalkan visa, namun dapat mempengaruhi aplikasi Australian Citizenship di masa depan (Department of Home Affairs, 2026).
2. Berapa skor poin minimum yang dibutuhkan untuk visa 189 dan 190 pada tahun 2026? Skor minimum untuk kedua visa adalah 65 poin. Namun, pada praktiknya, undangan untuk visa 189 jarang diberikan di bawah 80 poin untuk profesi populer seperti Software Engineer atau Accountant. Untuk visa 190, kandidat mendapatkan 5 poin tambahan dari nominasi negara bagian, sehingga skor efektif minimum sebelum nominasi adalah 60 poin. Data round Maret 2026 menunjukkan skor undangan terendah untuk visa 190 adalah 65 poin (setelah nominasi) untuk profesi Registered Nurse di South Australia (Department of Home Affairs, SkillSelect Invitation Rounds, 2026).
3. Apakah saya bisa mengajukan kedua visa secara bersamaan? Ya, Anda dapat mengirim Expression of Interest (EOI) untuk kedua visa secara bersamaan melalui portal SkillSelect. Strategi ini disebut dual EOI dan sangat direkomendasikan. Anda hanya perlu membayar biaya aplikasi AUD 4.640 per visa setelah menerima Invitation to Apply (ITA). Data menunjukkan 34% kandidat yang menerima ITA untuk visa 190 pada Maret 2026 sebelumnya juga memiliki EOI untuk visa 189 (Home Affairs, SkillSelect Data, 2026).
4. Bagaimana cara memeriksa apakah profesi saya masuk dalam daftar untuk visa 190? Setiap negara bagian memiliki Skilled Occupation List yang diperbarui setiap tahun. Anda dapat memeriksa daftar ini di situs resmi pemerintah negara bagian masing-masing. Contoh: Victorian Government (2026) memprioritaskan Health Professionals, ICT Security Specialists, dan Early Childhood Teachers. NSW Government (2026) menargetkan Engineering Managers, Software Engineers, dan Registered Nurses. Pastikan profesi Anda terdaftar di negara bagian yang Anda tuju sebelum mengirim EOI untuk visa 190.
5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memproses visa 189 dan 190? Rata-rata waktu pemrosesan untuk visa 189 adalah 8-12 bulan dari pengiriman EOI hingga keputusan. Untuk visa 190, waktu pemrosesan rata-rata 10-14 bulan karena melibatkan langkah tambahan yaitu nominasi negara bagian yang memakan waktu 2-4 minggu hingga 3 bulan tergantung negara bagian. Data per Maret 2026 menunjukkan bahwa 75% aplikasi visa 189 diproses dalam 10 bulan, sementara 75% aplikasi visa 190 diproses dalam 13 bulan (Department of Home Affairs, Visa Processing Times, 2026).
References
- Department of Home Affairs. (2026). Migration Program Planning Levels 2025-26. Australian Government.
- Department of Home Affairs. (2026). SkillSelect Invitation Rounds: March 2026 Results. Australian Government.
- Department of Home Affairs. (2025). Skilled Migration Outcomes Report 2024-25. Australian Government.
- Victorian Government. (2026). Skilled Migration Occupation List for Victoria 2025-26. Department of Jobs, Precincts and Regions.
- South Australian Government. (2026). Skilled Migration Occupation List for South Australia 2025-26. Department of Trade and Investment.