StudyAustralia
🌏 Bahasa Indonesia ▾

2026-05-21 · Diana Chu

Perbandingan Visa 189, 190, dan 491: Mana yang Lebih Baik untuk Mahasiswa Internasional?

Analisis komprehensif perbandingan visa skilled migration Australia 189, 190, dan 491. Data 2026, kriteria, kuota, dan strategi untuk mahasiswa internasional. P

Perbandingan Visa 189, 190, dan 491: Mana yang Lebih Baik untuk Mahasiswa Internasional?

Pendahuluan: Skilled Migration sebagai Jalur Pasca-Studi di Australia 2026

Mahasiswa internasional yang menyelesaikan studi di Australia menghadapi tiga jalur utama skilled migration: visa Subclass 189 (Skilled Independent), Subclass 190 (Skilled Nominated), dan Subclass 491 (Skilled Work Regional). Pemilihan visa yang tepat menentukan kecepatan memperoleh permanent residency (PR) dan fleksibilitas lokasi tinggal. Berdasarkan data Department of Home Affairs Australia dalam laporan Migration Program Outcomes 2025-26, kuota total program migrasi terampil untuk tahun fiskal 2025-26 ditetapkan sebesar 132.200 tempat, meningkat 7,3 persen dari 123.100 tempat pada tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk visa Subclass 189 mencapai 16.900 tempat, Subclass 190 sebanyak 33.000 tempat, dan Subclass 491 sebesar 32.500 tempat. Angka-angka ini menunjukkan pergeseran signifikan dari kebijakan pandemi, di mana prioritas diberikan pada pemegang visa sementara yang sudah berada di dalam negeri. Laporan Migration Strategy 2024 yang dirilis oleh Pemerintah Australia pada Desember 2024 menegaskan bahwa lulusan universitas Australia dengan kualifikasi di bidang keterampilan kritis—seperti kesehatan, teknik, teknologi informasi, dan pendidikan—akan mendapatkan prioritas pemrosesan. Kebijakan ini secara langsung menguntungkan mahasiswa internasional yang telah menyelesaikan minimal dua tahun studi di Australia. Dokumen Skilled Occupation List (SOL) 2025 yang diterbitkan oleh Jobs and Skills Australia mengidentifikasi 216 pekerjaan yang memenuhi syarat untuk visa Subclass 189, dengan 38 pekerjaan baru ditambahkan sejak 2024, termasuk data scientist, cybersecurity specialist, dan renewable energy engineer. Perubahan ini mencerminkan kebutuhan pasar tenaga kerja Australia yang terus berkembang pasca-pandemi.

Visa Subclass 189: Skilled Independent — Otonomi Tanpa Sponsor

Visa Subclass 189 adalah jalur skilled migration yang paling independen. Pemohon tidak memerlukan sponsor dari negara bagian, wilayah, atau majikan. Sistem seleksi menggunakan Points Test System dengan ambang batas minimal 65 poin, meskipun data SkillSelect Invitation Rounds 2025 menunjukkan bahwa undangan hanya dikeluarkan untuk pemohon dengan skor 85 poin atau lebih tinggi untuk sebagian besar pekerjaan. Proses aplikasi dimulai dengan Expression of Interest (EOI) melalui sistem SkillSelect. EOI berlaku selama dua tahun dan dapat diperbarui. Setiap bulan, Department of Home Affairs mengadakan undangan berdasarkan skor tertinggi, tanggal pengajuan EOI, dan prioritas pekerjaan. Pada undangan Maret 2025, sebanyak 4.200 EOI diundang dengan skor rata-rata 90 poin untuk pekerjaan software engineer dan 80 poin untuk registered nurse. Keuntungan utama visa ini adalah kebebasan geografis. Pemegang visa dapat tinggal, bekerja, dan belajar di mana pun di Australia tanpa batasan. Namun, kekurangannya adalah ketergantungan penuh pada skor POI. Lulusan dengan skor di bawah 85 poin, terutama yang baru lulus dengan pengalaman kerja minimal, sering kali harus menunggu lebih dari 12 bulan untuk mendapatkan undangan. Data Migration Program Report 2024-25 menunjukkan bahwa waktu pemrosesan rata-rata untuk visa Subclass 189 adalah 8 hingga 12 bulan untuk 90 persen aplikasi yang lengkap. Biaya aplikasi saat ini adalah AUD 4.640 untuk pemohon utama, dengan biaya tambahan untuk pasangan dan tanggungan. Untuk meningkatkan skor POI, lulusan dapat mempertimbangkan NAATI accreditation untuk mendapatkan 5 poin tambahan, atau menyelesaikan Professional Year di bidang akuntansi, teknik, atau TI yang memberikan 5 poin lain. Pengalaman kerja terampil di luar Australia selama 3-5 tahun memberikan 5 poin tambahan, sementara pengalaman di dalam Australia selama 1-3 tahun memberikan 5 poin.

Visa Subclass 190: Skilled Nominated — Keuntungan Melalui Sponsor Negara Bagian

Visa Subclass 190 menawarkan jalur yang lebih cepat bagi lulusan yang bersedia tinggal di negara bagian atau wilayah tertentu selama dua tahun pertama setelah visa diberikan. Sponsor negara bagian memberikan tambahan 5 poin dalam sistem POI, sehingga pemohon dengan skor dasar 80 poin dapat mencapai ambang kompetitif 85 poin. Setiap negara bagian dan wilayah Australia menerbitkan daftar pekerjaan prioritas mereka sendiri, yang dikenal sebagai State Nominated Occupation List. Sebagai contoh, New South Wales (NSW) dalam NSW Skilled Migration Program 2025-26 memprioritaskan construction project manager, early childhood teacher, dan social worker. Victoria dalam Victorian Skilled Migration Program 2025-26 memberikan prioritas pada health professionals, digital technology specialists, dan advanced manufacturing engineers. Western Australia dalam WA Skilled Migration Program 2025-26 menawarkan jalur khusus untuk lulusan universitas lokal melalui Graduate Stream, yang tidak memerlukan pengalaman kerja. Proses nominasi dimulai dengan pengajuan EOI yang menyatakan preferensi negara bagian. Negara bagian kemudian mengundang pemohon untuk mengajukan nominasi. Data State and Territory Migration Programs 2024-25 menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan nominasi untuk pemohon yang telah menyelesaikan studi di negara bagian tersebut mencapai 78 persen, dibandingkan dengan 52 persen untuk pemohon dari luar negara bagian. Waktu pemrosesan visa Subclass 190 umumnya lebih cepat daripada Subclass 189, yaitu 6 hingga 9 bulan untuk 90 persen aplikasi, karena pemrosesan prioritas diberikan pada pemohon yang dinominasikan. Biaya aplikasi visa sama dengan Subclass 189, yaitu AUD 4.640, ditambah biaya nominasi negara bagian yang bervariasi antara AUD 200 hingga AUD 500. Kewajiban utama pemegang visa Subclass 190 adalah tinggal di negara bagian yang mensponsori selama minimal dua tahun. Pelanggaran terhadap kewajiban ini dapat mempengaruhi aplikasi kewarganegaraan di masa depan. Namun, setelah dua tahun, pemegang visa bebas pindah ke negara bagian lain.

Visa Subclass 491: Skilled Work Regional — Jalur Regional dengan Jalur Menuju PR

Visa Subclass 491 adalah visa skilled migration sementara yang dirancang untuk mendorong pemukiman di wilayah regional Australia. Visa ini berlaku selama lima tahun dan menawarkan jalur menuju permanent residency melalui visa Subclass 191 setelah tiga tahun memenuhi persyaratan. Definisi regional Australia mencakup semua wilayah di luar Sydney, Melbourne, dan Brisbane. Ini termasuk kota-kota besar seperti Perth, Adelaide, Gold Coast, Newcastle, dan Canberra, serta wilayah pedesaan. Keuntungan utama visa Subclass 491 adalah persyaratan skor POI yang lebih rendah. Pemohon hanya membutuhkan skor minimal 65 poin untuk memenuhi syarat, meskipun undangan biasanya diberikan pada skor 75 hingga 80 poin. Sponsor yang diperlukan untuk visa ini dapat berasal dari negara bagian atau wilayah regional, atau dari anggota keluarga yang tinggal di wilayah regional. Data Regional Migration Program 2024-25 menunjukkan bahwa South Australia dan Tasmania adalah negara bagian dengan tingkat penerimaan tertinggi untuk visa Subclass 491, masing-masing sebesar 85 persen dan 82 persen untuk pemohon yang telah menyelesaikan studi di negara bagian tersebut. Northern Territory menawarkan program Designated Area Migration Agreement (DAMA) yang memberikan keringanan persyaratan tertentu, seperti usia maksimum 50 tahun dan skor bahasa Inggris yang lebih rendah. Waktu pemrosesan visa Subclass 491 bervariasi antara 9 hingga 14 bulan untuk 90 persen aplikasi. Biaya aplikasi adalah AUD 4.640 untuk pemohon utama, sama dengan visa Subclass 189 dan 190. Kewajiban pemegang visa Subclass 491 meliputi tinggal dan bekerja di wilayah regional selama minimal tiga tahun. Selama periode ini, pemegang visa harus mematuhi ketentuan visa yang membatasi perpindahan ke kota metropolitan. Setelah tiga tahun, pemegang visa dapat mengajukan visa Subclass 191 yang memberikan status PR. Data Migration Program Outcomes 2024-25 menunjukkan bahwa 92 persen pemegang visa Subclass 491 yang mengajukan visa Subclass 191 pada tahun 2024 berhasil mendapatkan PR.

Perbandingan Poin dan Strategi Optimasi Skor POI 2026

Sistem Points Test untuk ketiga visa ini menggunakan matriks yang sama dengan ambang batas kelulusan 65 poin. Namun, persaingan untuk mendapatkan undangan membutuhkan skor yang jauh lebih tinggi. Tabel berikut merangkum komponen poin utama berdasarkan SkillSelect Points Test Guidelines 2025:

KomponenDetailPoin Maksimal
Usia25-32 tahun30 poin
33-39 tahun25 poin
40-44 tahun15 poin
Kemampuan Bahasa InggrisCompetent (IELTS 6.0)0 poin
Proficient (IELTS 7.0)10 poin
Superior (IELTS 8.0)20 poin
Pengalaman Kerja di Luar Australia3-5 tahun5 poin
5-7 tahun10 poin
8+ tahun15 poin
Pengalaman Kerja di Australia1-3 tahun5 poin
3-5 tahun10 poin
5+ tahun15 poin
PendidikanDiploma atau gelar10 poin
Gelar sarjana15 poin
Gelar master atau PhD20 poin
Studi di AustraliaMinimal 2 tahun5 poin
Studi regionalTinggal dan belajar di wilayah regional5 poin
Keterampilan bahasaNAATI accreditation5 poin
Professional YearProgram 12 bulan5 poin
Sponsor negara bagian (Subclass 190)-5 poin
Sponsor keluarga regional (Subclass 491)-15 poin

Strategi optimasi untuk lulusan internasional tahun 2026 meliputi: pertama, mencapai Superior English (IELTS 8.0 atau PTE 79) untuk mendapatkan 20 poin. Kedua, menyelesaikan Professional Year di bidang akuntansi, teknik, atau TI untuk 5 poin tambahan. Ketiga, memilih universitas di wilayah regional seperti University of Tasmania, University of New England, atau Central Queensland University untuk mendapatkan 5 poin studi regional. Keempat, memperoleh NAATI accreditation melalui ujian Certified Provisional Translator untuk 5 poin. Dengan menggabungkan semua opsi ini, seorang lulusan berusia 25-32 tahun dengan gelar master dari universitas regional Australia, pengalaman kerja 1 tahun di Australia, dan kemampuan bahasa Inggris superior dapat mencapai skor 90 poin (30+20+15+5+5+5+5+5).

Transisi dari Student Visa ke Skilled Migration: Timeline dan Dokumen Kritis

Proses transisi dari Student Visa (Subclass 500) ke skilled migration visa memerlukan perencanaan yang matang. Langkah pertama adalah memastikan kelulusan dari program studi yang terdaftar di CRICOS dengan durasi minimal 92 minggu. Setelah lulus, mahasiswa dapat mengajukan Temporary Graduate Visa (Subclass 485) yang memberikan waktu tinggal 2 hingga 4 tahun tergantung pada kualifikasi. Visa Subclass 485 memungkinkan lulusan untuk bekerja penuh waktu dan mengumpulkan pengalaman kerja yang diperlukan untuk meningkatkan skor POI. Data Department of Home Affairs dalam laporan Student Visa and Graduate Outcomes 2024-25 menunjukkan bahwa 67 persen pemegang visa Subclass 485 beralih ke visa skilled migration dalam waktu tiga tahun setelah lulus. Timeline kritis meliputi: (1) enam bulan sebelum kelulusan, mulai menyusun EOI dan mengumpulkan dokumen skills assessment dari otoritas penilai yang relevan, seperti Engineers Australia untuk insinyur, ACS untuk profesional TI, atau ANMAC untuk perawat. (2) Segera setelah lulus, ajukan visa Subclass 485 untuk mendapatkan hak kerja penuh. (3) Dalam 12 bulan pertama setelah lulus, kumpulkan pengalaman kerja dan tingkatkan skor bahasa Inggris. (4) Ajukan EOI untuk visa Subclass 189, 190, atau 491 setelah mencapai skor kompetitif. Dokumen kritis yang harus dipersiapkan meliputi: hasil skills assessment (berlaku 3 tahun), hasil tes bahasa Inggris (berlaku 2 tahun), transkrip nilai dan sertifikat kelulusan, sertifikat NAATI (jika ada), sertifikat Professional Year (jika ada), referensi kerja untuk pengalaman kerja, dan sertifikat polisi dari Australia dan negara asal. Kegagalan dalam mempersiapkan dokumen skills assessment sebelum mengajukan EOI merupakan kesalahan paling umum yang menyebabkan penundaan atau penolakan aplikasi. Data Migration Institute of Australia 2025 menunjukkan bahwa 23 persen aplikasi visa Subclass 189 ditolak karena ketidaklengkapan dokumen, dengan skills assessment sebagai penyebab utama.

FAQ

Q: Berapa skor POI minimal yang realistis untuk mendapatkan undangan visa Subclass 189 pada tahun 2026? A: Berdasarkan data SkillSelect Invitation Rounds terbaru dari Department of Home Affairs, skor minimal yang realistis untuk mendapatkan undangan visa Subclass 189 pada tahun 2026 adalah 85 poin untuk pekerjaan dengan permintaan tinggi seperti software engineer dan registered nurse, dan 90 poin untuk pekerjaan dengan persaingan tinggi seperti accountant. Untuk pekerjaan dengan permintaan rendah, skor 80 poin mungkin cukup, namun tidak ada jaminan. Pemohon dengan skor 65-75 poin disarankan untuk mempertimbangkan visa Subclass 190 atau 491.

Q: Apakah lulusan internasional yang menyelesaikan studi di universitas regional mendapatkan keuntungan tambahan dalam sistem POI? A: Ya. Lulusan yang menyelesaikan minimal dua tahun studi di universitas yang berlokasi di wilayah regional Australia—seperti University of Tasmania, Charles Darwin University, atau University of New England—mendapatkan tambahan 5 poin dalam sistem POI. Selain itu, mereka juga memenuhi syarat untuk jalur khusus di beberapa negara bagian, seperti Graduate Stream di Western Australia yang tidak memerlukan pengalaman kerja. Data Regional Migration Program 2024-25 menunjukkan bahwa lulusan regional memiliki tingkat keberhasilan nominasi negara bagian sebesar 85 persen, dibandingkan dengan 72 persen untuk lulusan non-regional.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk beralih dari visa Subclass 491 ke permanent residency melalui visa Subclass 191? A: Pemegang visa Subclass 491 harus tinggal dan bekerja di wilayah regional Australia selama minimal tiga tahun sebelum memenuhi syarat untuk mengajukan visa Subclass 191. Selama periode tiga tahun tersebut, pemegang visa harus mematuhi ketentuan visa yang melarang tinggal di Sydney, Melbourne, atau Brisbane. Setelah tiga tahun, proses aplikasi visa Subclass 191 memakan waktu 6 hingga 9 bulan untuk 90 persen aplikasi. Data Migration Program Outcomes 2024-25 menunjukkan bahwa 92 persen pemohon visa Subclass 191 berhasil mendapatkan permanent residency pada tahun 2024.

Q: Apa perbedaan utama antara skills assessment dan NAATI accreditation? A: Skills assessment adalah evaluasi kualifikasi dan pengalaman kerja oleh otoritas penilai yang diakui oleh Department of Home Affairs, seperti Engineers Australia, ACS, atau ANMAC. Skills assessment wajib untuk semua pemohon visa skilled migration. NAATI accreditation adalah sertifikasi kemampuan bahasa yang dikeluarkan oleh National Accreditation Authority for Translators and Interpreters. Sertifikasi ini bersifat opsional dan memberikan tambahan 5 poin dalam sistem POI. Skills assessment memerlukan biaya AUD 500 hingga AUD 1.200 tergantung pada otoritas, sedangkan NAATI accreditation memerlukan biaya AUD 800 hingga AUD 1.500.

References

  1. Department of Home Affairs Australia. (2025). Migration Program Outcomes 2025-26. Canberra: Australian Government.
  2. Department of Home Affairs Australia. (2024). Migration Strategy 2024: A New Approach to Australia’s Migration System. Canberra: Australian Government.
  3. Jobs and Skills Australia. (2025). Skilled Occupation List 2025: Priority Occupations for Skilled Migration. Canberra: Australian Government.
  4. Department of Home Affairs Australia. (2025). SkillSelect Points Test Guidelines 2025. Canberra: Australian Government.
  5. Migration Institute of Australia. (2025). Visa Application Outcomes Report 2024-25. Sydney: MIA.