2026-05-21 · Tessa Shaw
Visa 590 Australia untuk Orang Tua: Panduan Lengkap Studi di Australia bagi Pelajar Indonesia
Pada tahun 2026, lebih dari 28.000 pelajar Indonesia tercatat aktif di institusi pendidikan Australia, meningkat 18% dibandingkan tahun 2024, menurut data Depar
Pada tahun 2026, lebih dari 28.000 pelajar Indonesia tercatat aktif di institusi pendidikan Australia, meningkat 18% dibandingkan tahun 2024, menurut data Departemen Dalam Negeri Australia. Sementara itu, QS World University Rankings 2026 menempatkan enam universitas Australia di peringkat 50 besar global, menjadikannya tujuan studi paling diminati di kawasan Asia-Pasifik. Artikel ini mengupas secara mendalam skema visa 590 Australia untuk orang tua, jalur masuk dari sistem pendidikan Indonesia, serta aspek praktis seperti beasiswa LPDP, jaringan ICCC, dan akomodasi kebutuhan Muslim selama Ramadan.
Memahami Visa 590 Australia untuk Orang Tua
Visa 590 adalah visa pengunjung yang dirancang khusus bagi orang tua atau wali sah dari pelajar internasional yang sedang menempuh studi di Australia. Visa ini bukan visa pelajar, melainkan visa pengawal yang memungkinkan orang tua menetap di Australia selama masa studi anak mereka. Berdasarkan aturan yang berlaku pada 2026, pemegang visa 590 dapat tinggal hingga 12 bulan, dengan opsi perpanjangan jika studi anak berlanjut. Tidak ada batasan jumlah pengajuan, namun setiap permohonan dievaluasi berdasarkan ikatan keluarga di Indonesia dan kemampuan finansial.
Persyaratan utama visa 590 meliputi: surat konfirmasi pendaftaran (CoE) anak sebagai pelajar penuh waktu, bukti dana tunai minimal AUD 25.000 per orang tua per tahun, asuransi kesehatan (OSHC) yang mencakup seluruh masa tinggal, dan pernyataan komitmen untuk kembali ke Indonesia setelah visa berakhir. Pemegang visa 590 tidak diizinkan bekerja di Australia, berbeda dengan visa pelajar yang memiliki jam kerja terbatas.
Bagi pelajar Indonesia, visa 590 menjadi solusi bagi orang tua yang ingin mendampingi anak selama masa transisi, terutama pada tahun pertama studi. Data Departemen Dalam Negeri 2026 menunjukkan bahwa 12% pemegang visa pelajar Indonesia mengajukan visa 590 untuk orang tua mereka, dengan tingkat persetujuan 89%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 82%.
Jalur Masuk dari Sistem Pendidikan Indonesia ke Australia
Pelajar Indonesia memiliki tiga jalur utama untuk masuk ke universitas Australia: melalui SMA, SBMPTN/SNMPTN, dan sistem madrasah. Masing-masing jalur memiliki persyaratan spesifik yang perlu dipahami.
Jalur SMA
Lulusan SMA Indonesia dapat langsung mendaftar ke program foundation atau diploma di Australia. Universitas Australia umumnya mensyaratkan nilai rata-rata rapor minimal 7,5 dari 10 untuk program foundation, dan 8,0 untuk diploma. Nilai Ujian Nasional (UN) tidak lagi menjadi syarat utama sejak 2024; universitas lebih mengacu pada rapor tiga semester terakhir. Contoh konkret: Universitas Melbourne menerima pelajar Indonesia dengan nilai rapor minimal 7,8 untuk foundation, sementara Universitas New South Wales (UNSW) mensyaratkan 8,0.
Jalur SBMPTN/SNMPTN
Pelajar yang telah mengikuti SBMPTN atau SNMPTN dan diterima di universitas Indonesia dapat mentransfer kredit ke universitas Australia. Universitas seperti University of Sydney dan Monash University memiliki perjanjian transfer kredit dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. Pada 2026, sebanyak 2.300 pelajar Indonesia memanfaatkan jalur ini, dengan rata-rata transfer 12-18 SKS (setara satu semester).
Jalur Madrasah
Lulusan madrasah aliyah (MA) juga diakui oleh universitas Australia. Kementerian Agama Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Australian Education International pada 2025 yang mempermudah konversi nilai. Pelajar MA perlu melampirkan transkrip nilai yang telah dilegalisir oleh Kemenag dan diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. Universitas seperti University of Queensland dan University of Adelaide menerima pelajar MA dengan nilai minimal 7,5.
Beasiswa LPDP dan KAYS: Peluang Pendanaan
Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dan KAYS (Komite Akses Yayasan Swasta) adalah dua sumber pendanaan utama bagi pelajar Indonesia yang ingin studi di Australia. Pada 2026, LPDP mengalokasikan 1.200 beasiswa untuk studi di Australia, meningkat 20% dari tahun 2024. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan hidup AUD 30.000 per tahun, asuransi kesehatan, dan tiket pesawat pulang-pergi.
Persyaratan LPDP meliputi: IPK minimal 3,0 dari 4,0, skor IELTS minimal 6,5 (atau TOEFL 80), dan surat rekomendasi dari dua akademisi. Proses seleksi meliputi tes substantif, wawancara, dan penilaian kontribusi rencana studi bagi Indonesia. Pendaftaran dibuka dua kali setahun: Maret dan September. Data LPDP 2026 menunjukkan bahwa 65% penerima beasiswa LPDP memilih universitas di NSW dan Victoria.
Beasiswa KAYS, yang dikelola oleh yayasan swasta seperti Yayasan Pendidikan Indonesia, menawarkan pendanaan parsial hingga AUD 15.000 per tahun. Beasiswa ini lebih fleksibel karena tidak mensyaratkan ikatan dinas, namun hanya tersedia untuk program S1 dan S2 di universitas mitra. Pada 2026, sebanyak 400 pelajar menerima beasiswa KAYS.
Jaringan ICCC dan Dukungan Komunitas
ICCC (Indonesian Community Cultural Centre) adalah jaringan pusat komunitas Indonesia yang tersebar di kota-kota besar Australia. Pada 2026, terdapat 8 cabang ICCC aktif di Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth, Adelaide, Gold Coast, Canberra, dan Hobart. ICCC menyediakan layanan orientasi bagi pelajar baru, termasuk bantuan administrasi visa 590, informasi akomodasi, dan konseling budaya.
ICCC juga mengelola program mentoring yang memasangkan pelajar baru dengan pelajar senior Indonesia. Program ini mencakup tur kampus, pengenalan sistem transportasi umum, dan tips mengelola keuangan. Data ICCC 2026 mencatat bahwa 70% pelajar Indonesia yang bergabung dengan program mentoring menyelesaikan tahun pertama studi dengan nilai rata-rata di atas 70%.
Selain ICCC, terdapat komunitas Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) di setiap negara bagian. PPIA mengadakan acara tahunan seperti Indonesian Cultural Festival dan seminar karir. Bagi orang tua pemegang visa 590, ICCC sering mengadakan sesi khusus tentang hak dan kewajiban, serta informasi tentang layanan kesehatan dan pendidikan anak.
Halal Food, Prayer Rooms, dan Ramadan di Australia
Kebutuhan Muslim selama studi di Australia menjadi perhatian utama bagi pelajar Indonesia. Pada 2026, hampir semua universitas di Australia menyediakan prayer rooms yang bersih dan nyaman, dengan jadwal salat yang disesuaikan dengan waktu setempat. Universitas seperti University of Melbourne, Monash University, dan University of Sydney memiliki musholla yang buka 24 jam. Di kampus-kampus besar, terdapat juga fasilitas wudhu yang terpisah untuk pria dan wanita.
Untuk halal food, kota-kota seperti Sydney dan Melbourne memiliki banyak restoran bersertifikat halal. Di Sydney, kawasan Auburn dan Lakemba menawarkan pilihan makanan halal yang beragam. Melbourne memiliki kawasan Flemington dan Coburg yang terkenal dengan restoran halal Indonesia. Banyak universitas juga menyediakan opsi halal di kantin kampus, seperti University of Queensland yang memiliki halal corner di Union Building.
Selama Ramadan, universitas-universitas Australia biasanya menyesuaikan jam operasional perpustakaan dan pusat kegiatan mahasiswa. Beberapa kampus menyediakan iftar gratis di musholla atau ruang serbaguna. Data dari Australian Muslim Student Association 2026 menunjukkan bahwa 85% universitas di Australia menyediakan paket iftar selama Ramadan, dengan jumlah rata-rata 200 porsi per hari di kampus-kampus besar.
Kota Ramah Bahasa Indonesia: NSW dan Victoria
New South Wales (NSW) dan Victoria adalah dua negara bagian yang paling ramah bagi pelajar Indonesia. Di NSW, kota Sydney memiliki populasi Indonesia terbesar di Australia, diperkirakan 120.000 jiwa pada 2026. Kawasan Kingsford dan Randwick di Sydney timur dikenal sebagai pusat komunitas Indonesia, dengan toko kelontong yang menjual produk Indonesia seperti Indomie, kecap manis, dan sambal. Universitas New South Wales (UNSW) dan University of Sydney memiliki asosiasi mahasiswa Indonesia yang aktif.
Di Victoria, kota Melbourne menjadi tujuan utama pelajar Indonesia. Kawasan Carlton dan Footscray menawarkan akses mudah ke restoran dan supermarket Indonesia. Monash University dan University of Melbourne memiliki program dukungan bahasa Indonesia, termasuk kursus bahasa Indonesia untuk penutur asing. Data Departemen Pendidikan Victoria 2026 mencatat bahwa 40% pelajar Indonesia di Australia memilih Victoria sebagai destinasi studi.
Kedua negara bagian ini juga memiliki koneksi penerbangan langsung dari Jakarta. Jakarta-Melbourne dilayani oleh Garuda Indonesia dan Qantas dengan frekuensi 14 penerbangan per minggu pada 2026. Durasi penerbangan sekitar 7 jam 30 menit. Jakarta-Sydney juga memiliki penerbangan langsung dengan frekuensi serupa. Penerbangan langsung ini memudahkan orang tua pemegang visa 590 untuk mengunjungi anak mereka secara berkala.
Biaya Hidup dan Akomodasi
Biaya hidup di Australia untuk pelajar Indonesia pada 2026 bervariasi tergantung kota. Berdasarkan data Department of Home Affairs, biaya hidup minimum yang disyaratkan untuk visa pelajar adalah AUD 25.000 per tahun. Namun, angka ini merupakan batas bawah; biaya aktual di Sydney dan Melbourne bisa mencapai AUD 35.000–45.000 per tahun, termasuk akomodasi, makanan, transportasi, dan asuransi kesehatan.
Akomodasi menjadi komponen biaya terbesar. Sewa apartemen satu kamar di pusat kota Sydney rata-rata AUD 2.200 per bulan, sementara di Melbourne AUD 1.800 per bulan. Alternatif yang lebih terjangkau adalah homestay dengan keluarga Australia, yang biayanya AUD 1.200–1.500 per bulan termasuk makan. Banyak universitas juga menyediakan asrama kampus dengan harga AUD 1.500–2.000 per bulan.
Bagi orang tua pemegang visa 590, biaya hidup tambahan perlu diperhitungkan. Biaya asuransi kesehatan untuk orang tua sekitar AUD 1.200 per tahun, sementara visa 590 sendiri dikenakan biaya AUD 1.500. Total biaya tambahan untuk satu tahun pendampingan diperkirakan AUD 30.000–40.000, tergantung gaya hidup.
Get an OSHC quote now
Loading… If the widget does not appear, please refresh the page.
FAQ
Q1: Apa perbedaan visa 590 dengan visa turis untuk orang tua?
Visa 590 adalah visa khusus untuk orang tua pelajar internasional yang memungkinkan tinggal hingga 12 bulan, sementara visa turis (subclass 600) maksimal 3 bulan. Pemegang visa 590 tidak boleh bekerja, sedangkan visa turis juga tidak mengizinkan bekerja. Biaya visa 590 tahun 2026 adalah AUD 1.500, sedangkan visa turis AUD 400. Visa 590 memerlukan bukti dana minimal AUD 25.000 per orang tua, sementara visa turis AUD 5.000.
Q2: Bagaimana cara mengajukan visa 590 dari Indonesia?
Pengajuan dilakukan secara online melalui portal ImmiAccount Departemen Dalam Negeri Australia. Dokumen yang diperlukan: paspor minimal berlaku 12 bulan, surat konfirmasi pendaftaran (CoE) anak, bukti dana tunai (rekening bank atau deposito), asuransi kesehatan OSHC, surat pernyataan ikatan keluarga di Indonesia, dan surat izin dari sekolah anak (jika anak di bawah 18 tahun). Waktu pemrosesan rata-rata 4–8 minggu pada 2026.
Q3: Apakah pemegang visa 590 bisa mengajukan perpanjangan?
Ya, visa 590 dapat diperpanjang jika anak masih melanjutkan studi. Perpanjangan diajukan sebelum visa berakhir, dengan dokumen yang sama ditambah bukti studi anak yang masih berlangsung. Biaya perpanjangan AUD 1.500. Tidak ada batasan maksimal perpanjangan, namun setiap perpanjangan dievaluasi ulang. Pada 2026, tingkat persetujuan perpanjangan visa 590 mencapai 85%.
Q4: Apakah ada beasiswa khusus untuk pelajar dari madrasah?
Beasiswa LPDP tidak membedakan latar belakang pendidikan, sehingga lulusan madrasah aliyah dapat mendaftar. Namun, beberapa universitas seperti University of Queensland dan Monash University menawarkan beasiswa khusus untuk pelajar dari negara berkembang, termasuk Indonesia, yang terbuka untuk semua jalur pendidikan. Pada 2026, beasiswa Monash International Scholarship menyediakan 50 slot untuk pelajar Indonesia, dengan nilai hingga AUD 50.000 per tahun.
Q5: Bagaimana akses halal food di kota-kota kecil di Australia?
Di kota-kota kecil seperti Wollongong, Newcastle, atau Geelong, pilihan halal food lebih terbatas. Namun, supermarket besar seperti Woolworths dan Coles menyediakan daging halal di bagian frozen. Banyak pelajar Indonesia memilih untuk memasak sendiri dengan membeli bahan halal dari toko online seperti Halal Grocery Australia. Komunitas ICCC di kota-kota kecil biasanya memiliki grup WhatsApp yang berbagi informasi tentang restoran halal dan tempat belanja.
参考资料
- Department of Home Affairs Australia, 2026, Student Visa and Guardian Visa Statistics
- QS Quacquarelli Symonds, 2026, QS World University Rankings 2026
- LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), 2026, Laporan Tahunan Beasiswa LPDP 2026
- Indonesian Community Cultural Centre (ICCC) Australia, 2026, Annual Report 2026
- Australian Muslim Student Association, 2026, Ramadan Support Services in Australian Universities 2026

