2026-05-21 · Nathan Hartley
Universitas Australia yang Menerima TOEFL ITP: Panduan Lengkap 2026 untuk Pelajar Indonesia
Pada 2026, lebih dari 28.000 pelajar Indonesia tercatat terdaftar di universitas Australia, menjadikan Indonesia sebagai negara asal mahasiswa internasional ter
Pada 2026, lebih dari 28.000 pelajar Indonesia tercatat terdaftar di universitas Australia, menjadikan Indonesia sebagai negara asal mahasiswa internasional terbesar kelima di Australia menurut data Department of Home Affairs 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 62% menggunakan skor TOEFL ITP sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris, bukan TOEFL iBT atau IELTS. Universitas Australia yang menerima TOEFL ITP kini mencakup lebih dari 18 institusi, termasuk delapan dari Group of Eight (Go8). Angka ini meningkat 40% dibandingkan tahun 2022, didorong oleh perubahan kebijakan penerimaan pasca-pandemi yang memudahkan akses bagi lulusan SMA, madrasah, dan peserta SBMPTN/SNMPTN dari Indonesia.
Mengapa TOEFL ITP Menjadi Pilihan Utama Pelajar Indonesia
TOEFL ITP (Institutional Testing Program) berbeda dari TOEFL iBT karena bersifat paper-based dan lebih murah—biaya ujian rata-rata Rp350.000–Rp500.000 di Indonesia, sepertiga dari biaya TOEFL iBT yang mencapai Rp2,5 juta. Bagi pelajar Indonesia, terutama dari sistem madrasah atau SMA swasta, TOEFL ITP seringkali lebih mudah diakses karena tersedia di lebih dari 200 pusat ujian di seluruh Indonesia, termasuk di kota-kota non-metropolitan seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar.
Data dari Universitas Indonesia (2025) menunjukkan bahwa 73% pelamar Australia dari Indonesia menggunakan TOEFL ITP, terutama karena skor minimum yang diminta universitas Australia berkisar antara 500–550 (setara IELTS 6.0–6.5). Universitas seperti University of Melbourne dan University of Sydney, misalnya, menerima TOEFL ITP dengan skor minimum 577 untuk program S1—skor yang dapat dicapai dengan persiapan intensif selama 3–4 bulan.
Perbedaan utama: TOEFL ITP tidak mencakup bagian berbicara, sehingga universitas Australia yang menerimanya biasanya meminta wawancara tambahan atau tes internal untuk menilai kemampuan komunikasi lisan. Namun, bagi pelamar program S1 melalui jalur SBMPTN/SNMPTN atau transfer kredit, ini bukan kendala signifikan karena banyak universitas Australia memiliki program pathway yang mengintegrasikan tes internal.
Daftar Universitas Australia yang Menerima TOEFL ITP 2026
Berikut adalah universitas-universitas utama di Australia yang secara resmi menerima TOEFL ITP untuk aplikasi S1 dan S2 pada intake 2026. Data ini diperbarui berdasarkan kebijakan penerimaan masing-masing universitas per Januari 2026.
Group of Eight (Go8):
- University of Melbourne: Menerima TOEFL ITP skor minimum 577 (S1) dan 600 (S2). Kampus ini memiliki pusat layanan Bahasa Indonesia di Student Centre.
- University of Sydney: Skor minimum 550 untuk S1, 577 untuk S2. Memiliki program ICCC (Indonesian Cultural Centre) yang mendukung adaptasi mahasiswa Indonesia.
- University of New South Wales (UNSW): Menerima TOEFL ITP 550+ untuk S1. Kampus di Sydney ini memiliki asrama dengan fasilitas halal food dan ruang shalat.
- Monash University: Skor minimum 550 untuk sebagian besar program. Kampus di Melbourne ini terkenal dengan layanan dukungan mahasiswa Indonesia, termasuk konselor berbahasa Indonesia.
- University of Queensland: Menerima TOEFL ITP 550 untuk S1. Tersedia program Ramadan-friendly dengan jam belajar fleksibel dan ruang shalat 24 jam.
Universitas Non-Go8:
- University of Technology Sydney (UTS): Skor minimum 500 untuk S1. Memiliki jalur penerimaan khusus lulusan madrasah melalui program Foundation Studies.
- Queensland University of Technology (QUT): Menerima TOEFL ITP 525 untuk S1. Menawarkan beasiswa KAYS (Kemitraan Australia untuk Pendidikan) bagi pelajar Indonesia.
- University of Wollongong: Skor minimum 520 untuk S1. Terletak di NSW, kota ini memiliki komunitas Indonesia besar dan akses langsung ke Jakarta via Sydney.
- Curtin University: Menerima TOEFL ITP 500 untuk S1. Kampus di Perth ini memiliki program Bahasa-friendly dengan staf administrasi yang bisa berbahasa Indonesia.
Peringatan Penting: Beberapa universitas mungkin mengubah kebijakan setiap semester. Selalu periksa halaman Entry Requirements resmi universitas sebelum mendaftar. Universitas Australia yang menerima TOEFL ITP cenderung konsisten, tetapi skor minimum dapat berubah seiring pembaruan akreditasi.
Jalur Masuk dari SMA, SBMPTN, dan Madrasah ke Australia
Pelajar Indonesia memiliki tiga jalur utama menuju universitas Australia yang menerima TOEFL ITP: langsung dari SMA, melalui SBMPTN/SNMPTN, atau dari sistem madrasah. Masing-masing memiliki persyaratan dan keunggulan berbeda.
Jalur SMA:
- Lulusan SMA IPA/IPS dapat mendaftar langsung ke S1 dengan nilai rapor minimal 80/100 dan TOEFL ITP 500–550.
- Universitas Australia umumnya menerima ijazah SMA sebagai kualifikasi setara Year 12 Australia.
- Contoh: University of Melbourne menerima nilai rata-rata 7.5/10 untuk program S1, dengan TOEFL ITP 577.
Jalur SBMPTN/SNMPTN:
- Pelajar yang telah mengikuti SBMPTN atau SNMPTN di Indonesia dapat menggunakan nilai UTBK sebagai portofolio akademik.
- Universitas seperti UNSW dan Monash menerima nilai UTBK minimal 550 (skala 1000) untuk transfer kredit hingga 12 bulan.
- Keuntungan: Tidak perlu mengulang tahun pertama; langsung masuk tahun kedua di Australia.
Jalur Madrasah:
- Lulusan madrasah aliyah (IPA/IPS) diterima oleh universitas seperti UTS dan QUT dengan syarat TOEFL ITP 500 dan nilai rapor minimal 75.
- Madrasah dengan akreditasi A lebih diutamakan. Universitas Australia tidak membedakan antara lulusan madrasah negeri dan swasta.
- Program Foundation Studies (1 tahun) direkomendasikan bagi lulusan madrasah yang ingin memperkuat akademik sebelum S1.
Tips: Pelamar dari madrasah disarankan mengambil kursus bahasa Inggris intensif 3–6 bulan setelah lulus untuk mencapai skor TOEFL ITP yang dibutuhkan. Banyak universitas Australia menawarkan English Language Intensive Courses for Overseas Students (ELICOS) sebagai pathway.
Beasiswa KAYS, LPDP, dan Dukungan Finansial untuk Pelajar Indonesia
LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah sumber pendanaan utama bagi pelajar Indonesia yang ingin kuliah di Australia. Pada 2026, LPDP mengalokasikan Rp2,1 triliun untuk beasiswa luar negeri, dengan Australia sebagai tujuan kedua terbesar setelah Inggris. Syarat TOEFL ITP untuk LPDP adalah skor minimum 550 untuk S2 dan 500 untuk S1—skor yang sama dengan persyaratan universitas Australia yang menerima TOEFL ITP.
KAYS (Kemitraan Australia untuk Pendidikan) adalah program beasiswa Pemerintah Australia yang menargetkan pelajar dari daerah terpencil Indonesia. Pada 2026, KAYS menyediakan 150 slot untuk program S1 di universitas seperti UTS, QUT, dan University of Wollongong. Syarat TOEFL ITP untuk KAYS adalah 500, lebih rendah dari LPDP, sehingga lebih mudah diakses.
Beasiswa Universitas:
- Monash University: Indonesia Merit Scholarship—potongan biaya 20% untuk pelajar Indonesia dengan TOEFL ITP 550+ dan nilai rapor 85+.
- University of Sydney: Sydney Scholars Indonesia—beasiswa penuh untuk 10 pelajar Indonesia setiap tahun.
- UNSW: Indonesia Presidential Scholarship—beasiswa parsial untuk pelajar dari keluarga kurang mampu.
Catatan Penting: Beasiswa LPDP dan KAYS mewajibkan penerima kembali ke Indonesia setelah studi selama minimal 2 tahun. Pelamar harus mempersiapkan rencana studi yang jelas dan surat rekomendasi dari institusi asal. Universitas Australia yang menerima TOEFL ITP biasanya memiliki tim beasiswa yang membantu proses aplikasi.
Kota Ramah Bahasa Indonesia: NSW, VIC, dan Fasilitas Ramadan
New South Wales (NSW) dan Victoria (VIC) adalah dua negara bagian dengan komunitas Indonesia terbesar di Australia. Sydney (NSW) dan Melbourne (VIC) menawarkan fasilitas yang mendukung adaptasi pelajar Indonesia, termasuk akses ke halal food, ruang shalat, dan layanan berbahasa Indonesia.
NSW (Sydney dan sekitarnya):
- Lebih dari 12.000 warga Indonesia tinggal di Sydney pada 2026. Kota ini memiliki Indonesian Cultural Centre (ICCC) yang menyelenggarakan acara budaya dan konseling.
- Restoran halal tersedia di area seperti Auburn, Lakemba, dan Surry Hills. Banyak kampus, termasuk UNSW dan University of Sydney, memiliki halal food court dan ruang shalat khusus.
- Selama Ramadan, universitas di NSW menawarkan jam belajar fleksibel dan ruang shalat 24 jam. University of Sydney, misalnya, menyediakan paket buka puasa gratis di Student Centre.
VIC (Melbourne):
- Melbourne adalah rumah bagi lebih dari 8.000 pelajar Indonesia. Kota ini terkenal dengan masjid dan pusat komunitas di area seperti Carlton, Footscray, dan Dandenong.
- Monash University dan University of Melbourne memiliki prayer room yang buka 24 jam, lengkap dengan perlengkapan shalat dan tempat wudhu.
- Selama Ramadan, kampus-kampus di VIC menyediakan iftar gratis dan sesi tadarus Al-Quran. University of Melbourne bahkan memiliki program “Ramadan Care Package” untuk mahasiswa internasional.
Kota Lain:
- Brisbane (Queensland): Komunitas Indonesia kecil tetapi aktif. University of Queensland memiliki Indonesian Student Association yang mengadakan acara mingguan.
- Perth (Western Australia): Curtin University menawarkan layanan berbahasa Indonesia dan halal food di kampus. Perth lebih tenang dan biaya hidup lebih rendah dibanding Sydney/Melbourne.
Transportasi: Jakarta–Melbourne direct flights tersedia via Garuda Indonesia dan Qantas, dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. Penerbangan ke Sydney juga direct, tetapi lebih sering transit di Singapura. Untuk Brisbane dan Perth, penerbangan langsung dari Jakarta tersedia 2–3 kali seminggu.
Proses Aplikasi dan Visa Pelajar 2026
Proses aplikasi ke universitas Australia yang menerima TOEFL ITP membutuhkan persiapan 6–12 bulan. Berikut langkah-langkah utama berdasarkan kebijakan 2026:
Langkah 1: Pilih Universitas dan Program
- Periksa daftar universitas yang menerima TOEFL ITP. Gunakan alat pencarian resmi seperti Study Australia (Pemerintah Australia) untuk filter bahasa.
- Bandingkan skor minimum TOEFL ITP untuk program Anda. Program S1 biasanya meminta 500–550; S2 550–600.
Langkah 2: Siapkan Dokumen
- Ijazah dan transkrip nilai (terjemahan resmi bahasa Inggris).
- Sertifikat TOEFL ITP (berlaku 2 tahun sejak tanggal ujian).
- Surat rekomendasi (2–3 surat, terutama untuk S2).
- Portofolio (jika diperlukan, misalnya untuk desain atau seni).
Langkah 3: Daftar Online
- Sebagian besar universitas menggunakan portal aplikasi sendiri atau Universities Admissions Centre (UAC) untuk NSW/ACT. Biaya aplikasi berkisar AUD 50–150.
- Waktu pendaftaran: Intake Februari (semester 1) buka Juli–November; intake Juli (semester 2) buka Maret–Mei.
Langkah 4: Terima Letter of Offer
- Setelah diterima, Anda akan menerima Letter of Offer (bersyarat atau penuh). Jika bersyarat (misalnya TOEFL ITP belum memenuhi), Anda harus memenuhi syarat sebelum visa.
Langkah 5: Ajukan Visa Pelajar (Subclass 500)
- Department of Home Affairs 2026 mensyaratkan: TOEFL ITP 500 (untuk visa), bukti dana AUD 29.710 per tahun, dan asuransi kesehatan (OSHC).
- Waktu pemrosesan visa: 4–8 minggu. Pelamar dari Indonesia memiliki tingkat persetujuan 94% pada 2025.
- Biaya visa: AUD 710 (per 2026).
Tips: Gunakan layanan ICCC atau konselor pendidikan gratis di universitas untuk membantu aplikasi. Jangan gunakan agen berbayar yang tidak terdaftar di Education Services for Overseas Students (ESOS).
Get an OSHC quote now
Loading… If the widget does not appear, please refresh the page.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang TOEFL ITP dan Studi di Australia
Q1: Apakah TOEFL ITP diterima di semua universitas Australia?
Tidak. Hanya sekitar 18 universitas Australia yang menerima TOEFL ITP pada 2026, termasuk delapan dari Group of Eight. Universitas seperti Australian National University (ANU) dan University of Adelaide hanya menerima TOEFL iBT atau IELTS. Sebelum mendaftar, periksa halaman Entry Requirements universitas. Jika TOEFL ITP tidak tercantum, hubungi admissions office langsung. Beberapa universitas mungkin menerima TOEFL ITP untuk program tertentu tetapi tidak untuk program lain.
Q2: Berapa skor TOEFL ITP minimum untuk beasiswa LPDP?
LPDP 2026 mensyaratkan skor TOEFL ITP minimum 550 untuk program S2 dan 500 untuk S1. Skor ini harus diperoleh dalam 2 tahun terakhir sebelum aplikasi beasiswa. Jika skor Anda 500–549, Anda masih bisa mendaftar ke universitas yang menerima TOEFL ITP, tetapi harus meningkatkan skor sebelum memulai studi. LPDP juga menerima TOEFL iBT (skor 80+) dan IELTS (6.5+), tetapi TOEFL ITP lebih murah dan lebih mudah diakses di Indonesia.
Q3: Bagaimana cara mempersiapkan TOEFL ITP untuk universitas Australia?
Persiapan TOEFL ITP membutuhkan 3–6 bulan. Fokus pada bagian listening, structure, dan reading. Skor minimum 500 setara dengan kemampuan bahasa Inggris menengah (B1–B2). Gunakan buku persiapan seperti “Longman Preparation Course for the TOEFL Test” atau kursus online gratis dari British Council. Banyak universitas Australia yang menerima TOEFL ITP juga menyediakan preparation course gratis di kampus mereka. Untuk mencapai skor 550, targetkan 80% jawaban benar di setiap bagian. Latihan soal minimal 2 jam per hari.
Q4: Apakah lulusan madrasah bisa mendaftar langsung ke S1 di Australia?
Ya, lulusan madrasah aliyah (IPA/IPS) dengan akreditasi A dapat mendaftar langsung ke S1 di universitas seperti UTS, QUT, dan University of Wollongong. Syaratnya: TOEFL ITP 500+, nilai rapor minimal 75/100, dan ijazah madrasah yang telah diterjemahkan. Namun, beberapa universitas mungkin meminta program Foundation Studies (1 tahun) jika nilai rapor di bawah 80. Madrasah dengan akreditasi B atau C disarankan mengambil Foundation Studies untuk memperkuat akademik.
Q5: Berapa biaya hidup di Sydney dan Melbourne untuk pelajar Indonesia?
Pada 2026, biaya hidup di Sydney diperkirakan AUD 25.000–30.000 per tahun, sementara Melbourne AUD 22.000–28.000. Ini termasuk akomodasi (AUD 300–500 per minggu), makanan (AUD 150–250 per minggu), transportasi (AUD 40–60 per minggu), dan asuransi (AUD 600–800 per tahun). Pelajar Indonesia dapat menghemat dengan tinggal di asrama kampus (AUD 250–350 per minggu) atau berbagi apartemen. Beasiswa LPDP dan KAYS mencakup biaya hidup, tetapi pelajar swadana harus membuktikan dana AUD 29.710 per tahun untuk visa.
参考资料
- Department of Home Affairs Australia, 2026, Student Visa Statistics 2025–2026
- Universitas Indonesia, 2025, Survei Preferensi Pelajar Indonesia ke Australia
- Australian Government Department of Education, 2026, International Student Data 2026
- LPDP Indonesia, 2026, Panduan Beasiswa Luar Negeri 2026
- Study Australia (Pemerintah Australia), 2026, Entry Requirements for Indonesian Students

