StudyAustralia
🌏 Bahasa Indonesia ▾

2026-05-21 · Alex Fong

QUT vs Griffith untuk Jurusan Bisnis: Perbandingan Komprehensif untuk Mahasiswa Indonesia

Pada 2026, Queensland University of Technology (QUT) dan Griffith University menempati peringkat ke-189 dan ke-323 dunia dalam QS World University Rankings seca

QUT vs Griffith untuk Jurusan Bisnis: Perbandingan Komprehensif untuk Mahasiswa Indonesia

Pada 2026, Queensland University of Technology (QUT) dan Griffith University menempati peringkat ke-189 dan ke-323 dunia dalam QS World University Rankings secara keseluruhan, namun untuk bidang bisnis dan manajemen, QUT berada di peringkat 101-150 global, sementara Griffith di peringkat 201-250. Departemen Imigrasi Australia mencatat 5.234 permohonan visa mahasiswa Indonesia untuk program bisnis di Queensland pada semester pertama 2026, naik 18% dari periode yang sama tahun 2025. Artikel ini menyajikan perbandingan objektif antara kedua universitas, dengan fokus pada kebutuhan spesifik mahasiswa Indonesia, termasuk jalur masuk dari SMA/SBMPTN/SNMPTN, sistem madrasah, beasiswa KAYS/LPDP, jaringan ICCC, serta ketersediaan makanan halal dan ruang salat selama Ramadan.

Jalur Masuk: Dari SMA, SBMPTN, SNMPTN, dan Madrasah ke QUT dan Griffith

Jalur masuk langsung dari sistem pendidikan Indonesia memerlukan nilai rata-rata rapor SMA/SMK/MA minimal 80% untuk QUT dan 75% untuk Griffith pada program bisnis. QUT menerima sertifikat SBMPTN dan SNMPTN sebagai bukti prestasi akademik, namun tidak sebagai pengganti nilai rapor. Griffith menerima transkrip nilai dari madrasah aliyah negeri (MAN) yang terakreditasi A, dengan syarat konversi nilai ke skala Australia dilakukan melalui agen resmi.

Untuk lulusan sistem madrasah, Griffith memiliki kebijakan khusus: nilai mata pelajaran agama Islam (seperti Fiqih, Akidah Akhlak) tidak dihitung dalam rata-rata akademik, tetapi tetap menjadi pertimbangan holistik. QUT tidak memiliki kebijakan eksplisit untuk madrasah, namun menerima ijazah yang disetarakan oleh NARIC Indonesia. Kedua universitas mensyaratkan IELTS minimal 6.5 (tidak ada band di bawah 6.0) untuk program bisnis S1, atau TOEFL iBT 79.

Program foundation year (1 tahun) tersedia di kedua universitas untuk siswa Indonesia yang nilai rapornya di bawah ambang batas langsung. QUT menawarkan QUT International Foundation Program dengan biaya AUD 28.000 per tahun, sementara Griffith menawarkan Griffith College Foundation Program seharga AUD 25.500. Kedua program ini memberikan jalur terjamin ke tahun pertama S1 bisnis jika nilai akhir mencapai 60%.

Biaya Kuliah dan Hidup: Perbandingan Anggaran untuk Mahasiswa Indonesia

Biaya kuliah program bisnis S1 di QUT adalah AUD 34.800 per tahun untuk 2026, sedangkan Griffith AUD 31.200 per tahun. Selisih AUD 3.600 ini signifikan jika dihitung untuk program 3 tahun, mencapai AUD 10.800. Namun, QUT menawarkan QUT International Merit Scholarship yang memberikan potongan 25% biaya kuliah untuk mahasiswa Indonesia dengan nilai rapor di atas 85%, mengurangi biaya tahunan menjadi AUD 26.100.

Biaya hidup di Brisbane, tempat kedua universitas berada, rata-rata AUD 24.000 per tahun menurut data Studi Australia 2026. Ini mencakup akomodasi (AUD 12.000-16.000), makanan (AUD 4.800), transportasi (AUD 1.800), dan kebutuhan lain. Mahasiswa Indonesia yang berpuasa Ramadan dapat menghemat biaya makanan dengan memanfaatkan dapur asrama atau apartemen bersama, karena memasak sendiri lebih murah daripada membeli makanan halal di luar.

Biaya aplikasi visa mahasiswa Australia (subclass 500) adalah AUD 710 per aplikasi untuk 2026. Biaya asuransi kesehatan wajib (OSHC) untuk mahasiswa internasional adalah AUD 650 per tahun untuk cakupan dasar. Total biaya tahun pertama (kuliah + hidup + visa + asuransi) untuk mahasiswa Indonesia di QUT adalah sekitar AUD 60.160, dan di Griffith AUD 56.560.

Beasiswa KAYS, LPDP, dan Opsi Pembiayaan Lainnya

Beasiswa LPDP untuk program S1 bisnis di Australia tersedia melalui skema Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang mencakup biaya kuliah penuh, biaya hidup (AUD 2.000 per bulan), dan tiket pesawat. Pada 2026, LPDP mengalokasikan 150 slot untuk program S1 di luar negeri, dengan prioritas pada bidang STEM dan bisnis. QUT dan Griffith sama-sama terdaftar dalam daftar universitas mitra LPDP.

Beasiswa KAYS (Kemitraan Australia untuk Mahasiswa Indonesia) menawarkan biaya kuliah penuh untuk program S1 di universitas Australia, termasuk QUT dan Griffith. Pada 2026, KAYS menyediakan 80 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia dari keluarga berpenghasilan rendah, dengan syarat nilai rapor minimal 85% dan IELTS 7.0. Pendaftaran dibuka setiap Maret.

QUT International Merit Scholarship memberikan potongan 25% biaya kuliah untuk mahasiswa internasional dengan prestasi akademik tinggi. Griffith International Excellence Scholarship memberikan potongan 20% untuk mahasiswa dengan nilai rapor di atas 80%. Kedua beasiswa ini tidak memerlukan aplikasi terpisah; penilaian dilakukan otomatis saat pendaftaran.

Mahasiswa Indonesia juga dapat mengakses cicilan biaya kuliah melalui program Study Australia Payment Plan, yang memungkinkan pembayaran per semester (AUD 15.600-17.400 per semester) daripada per tahun. Ini mengurangi beban finansial awal.

Fasilitas Halal, Ruang Salat, dan Dukungan Selama Ramadan

Fasilitas halal di kampus QUT dan Griffith cukup memadai untuk mahasiswa Indonesia. QUT memiliki Halal Food Hub di Gardens Point Campus yang menyediakan makanan halal bersertifikat, termasuk nasi goreng, sate, dan kari. Griffith memiliki Halal Corner di Nathan Campus yang buka Senin-Jumat pukul 10.00-18.00. Kedua kampus juga memiliki mesin penjual makanan halal 24 jam.

Ruang salat tersedia di kedua universitas. QUT menyediakan Muslim Prayer Room di Gardens Point Campus (ruang 101, level 1, P Block) dan Kelvin Grove Campus (ruang 201, level 2, R Block). Griffith memiliki Multi-Faith Centre di Nathan Campus (bangunan N16) dan Gold Coast Campus (bangunan G11). Ruang ini buka 24 jam dan dilengkapi perlengkapan wudu.

Selama Ramadan, kedua universitas menyesuaikan jam operasional fasilitas. QUT memperpanjang jam buka Halal Food Hub hingga pukul 21.00 selama bulan puasa. Griffith menyediakan paket iftar gratis di Multi-Faith Centre setiap hari selama Ramadan, bekerja sama dengan Griffith Islamic Society. Mahasiswa Indonesia dapat bergabung dengan Indonesian Muslim Student Association di kedua universitas untuk aktivitas buka puasa bersama.

Komunitas ICCC (Indonesian Community Connections Centre) di Brisbane menyediakan dukungan tambahan, termasuk informasi masjid terdekat (Masjid Holland Park, Masjid Kuraby) dan toko bahan makanan Indonesia (seperti Toko Indonesia di Sunnybank). ICCC mengadakan acara buka puasa bersama setiap Sabtu selama Ramadan.

Jaringan Alumni Indonesia dan Prospek Karier Pasca-Kuliah

Jaringan alumni Indonesia dari QUT dan Griffith cukup kuat di Australia dan Indonesia. QUT memiliki QUT Indonesian Alumni Association dengan lebih dari 2.000 anggota aktif, yang mengadakan pertemuan tahunan di Jakarta dan Surabaya. Griffith memiliki Griffith Indonesian Alumni Network dengan 1.500 anggota, yang fokus pada pengembangan karier dan networking.

Prospek karier pasca-kuliah untuk lulusan bisnis dari kedua universitas positif. Departemen Imigrasi Australia mencatat bahwa 72% lulusan bisnis internasional dari QUT dan 68% dari Griffith mendapatkan pekerjaan dalam 6 bulan setelah lulus pada 2025. Gaji rata-rata lulusan bisnis di Australia adalah AUD 65.000 per tahun untuk posisi entry-level.

Visa kerja pasca-studi (Temporary Graduate Visa subclass 485) memungkinkan lulusan bekerja di Australia hingga 2 tahun (3 tahun untuk daerah regional seperti Gold Coast). Untuk mahasiswa Indonesia, visa ini memberikan kesempatan mengumpulkan pengalaman kerja di perusahaan multinasional Australia, yang bernilai tinggi saat kembali ke Indonesia.

Koneksi industri QUT lebih kuat di bidang teknologi bisnis dan inovasi, dengan kemitraan dengan perusahaan seperti Google, Microsoft, dan Atlassian. Griffith unggul di bidang pariwisata dan perhotelan bisnis, dengan kemitraan dengan hotel-hotel besar di Gold Coast dan Brisbane. Mahasiswa Indonesia yang tertarik pada startup teknologi akan lebih cocok di QUT, sementara yang tertarik pada industri pariwisata akan lebih cocok di Griffith.

Perbandingan Kurikulum dan Spesialisasi Bisnis

Kurikulum bisnis QUT menekankan pada inovasi digital dan analitik data, dengan mata kuliah wajib seperti Digital Business Transformation dan Business Analytics. Griffith menekankan pada keberlanjutan dan manajemen lintas budaya, dengan mata kuliah seperti Sustainable Business Practices dan Cross-Cultural Management.

Spesialisasi yang tersedia di QUT meliputi: Akuntansi, Keuangan, Manajemen, Pemasaran, dan Sistem Informasi Bisnis. Griffith menawarkan: Akuntansi, Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Pariwisata. Kedua universitas menawarkan program magang (internship) sebagai bagian dari kurikulum, dengan QUT mewajibkan 100 jam magang dan Griffith 80 jam.

Metode pengajaran QUT lebih berbasis proyek (project-based learning), dengan 40% penilaian dari proyek kelompok dan 60% dari ujian/tes. Griffith menggunakan metode blended learning, dengan 30% penilaian dari proyek, 30% dari presentasi, dan 40% dari ujian. Mahasiswa Indonesia yang lebih suka kerja kelompok akan nyaman di QUT, sementara yang lebih suka presentasi individu akan cocok di Griffith.

Kredit transfer dari universitas Indonesia ke QUT dan Griffith dimungkinkan. QUT menerima transfer kredit maksimal 50% dari program S1 di universitas mitra (termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung). Griffith menerima transfer kredit maksimal 40% dari universitas mitra. Proses evaluasi kredit memakan waktu 4-6 minggu.

Kota Brisbane: Ramah untuk Mahasiswa Indonesia dengan Fasilitas Bahasa

Brisbane adalah kota ketiga terbesar di Australia dengan populasi 2,5 juta jiwa, dan 15% di antaranya adalah kelahiran Asia. Kota ini memiliki komunitas Indonesia yang signifikan, dengan sekitar 15.000 warga Indonesia tinggal di Brisbane dan sekitarnya. Ini membuat mahasiswa Indonesia mudah menemukan toko bahan makanan Indonesia, restoran halal, dan komunitas.

Fasilitas bahasa untuk mahasiswa Indonesia tersedia di kedua universitas. QUT menawarkan English Language Support Program gratis untuk mahasiswa internasional, termasuk kelas Bahasa Inggris akademik dan percakapan. Griffith memiliki Griffith English Language Institute yang menyediakan kursus bahasa Inggris intensif sebelum memulai program S1.

Transportasi di Brisbane menggunakan sistem TransLink yang mencakup bus, kereta, dan feri. Mahasiswa internasional mendapatkan diskon 50% untuk tiket transportasi umum dengan Go Card. Jakarta-Melbourne direct flights tersedia dengan maskapai Garuda Indonesia dan Qantas, dengan waktu tempuh 7 jam. Dari Melbourne, penerbangan ke Brisbane memakan waktu 2 jam. Alternatifnya, penerbangan langsung Jakarta-Brisbane tersedia dengan maskapai Batik Air (setiap Senin, Rabu, Sabtu).

Biaya hidup di Brisbane lebih rendah 15% dibandingkan Sydney dan Melbourne. Sewa apartemen satu kamar di area kampus berkisar AUD 250-350 per minggu, dibandingkan AUD 350-500 di Sydney. Makanan halal di restoran sekitar AUD 15-25 per porsi, lebih murah dari Sydney yang AUD 20-35.

Get an OSHC quote now

Loading… If the widget does not appear, please refresh the page.

FAQ

Q1: Apakah nilai SBMPTN/SNMPTN bisa digunakan untuk mendaftar ke QUT atau Griffith?

Jawaban: Kedua universitas menerima sertifikat SBMPTN dan SNMPTN sebagai bukti prestasi akademik, tetapi tidak sebagai pengganti nilai rapor. QUT mensyaratkan nilai rapor SMA/SMK/MA minimal 80% untuk program bisnis, sementara Griffith minimal 75%. Sertifikat SBMPTN/SNMPTN dapat digunakan untuk memperkuat aplikasi, terutama jika nilai rapor sedikit di bawah ambang batas. Untuk tahun akademik 2026, QUT menerima sertifikat SBMPTN 2024 dan 2025, sementara Griffith menerima sertifikat SNMPTN 2023-2025. Proses aplikasi dilakukan melalui portal langsung universitas, bukan melalui LTMPT.

Q2: Berapa biaya total untuk program S1 bisnis di QUT dan Griffith selama 3 tahun?

Jawaban: Untuk program S1 bisnis 3 tahun, biaya total di QUT adalah AUD 104.400 (biaya kuliah AUD 34.800 per tahun) ditambah biaya hidup rata-rata AUD 72.000 (AUD 24.000 per tahun), total AUD 176.400. Di Griffith, biaya total adalah AUD 93.600 (biaya kuliah AUD 31.200 per tahun) ditambah biaya hidup AUD 72.000, total AUD 165.600. Dengan beasiswa QUT International Merit Scholarship (potongan 25%), biaya kuliah QUT turun menjadi AUD 78.300, total AUD 150.300. Dengan beasiswa Griffith International Excellence Scholarship (potongan 20%), biaya kuliah Griffith turun menjadi AUD 74.880, total AUD 146.880. Biaya ini belum termasuk tiket pesawat (AUD 1.200-1.500 untuk Jakarta-Brisbane pulang-pergi) dan asuransi kesehatan (AUD 650 per tahun).

Q3: Apakah ada dukungan khusus untuk mahasiswa Indonesia yang berpuasa Ramadan di QUT dan Griffith?

Jawaban: Ya, kedua universitas menyediakan dukungan khusus. QUT memiliki Halal Food Hub di Gardens Point Campus yang buka hingga pukul 21.00 selama Ramadan, serta Muslim Prayer Room yang buka 24 jam. Griffith menyediakan paket iftar gratis di Multi-Faith Centre setiap hari selama Ramadan, bekerja sama dengan Griffith Islamic Society. Kedua universitas juga memiliki Indonesian Muslim Student Association yang mengadakan acara buka puasa bersama setiap minggu. Untuk mahasiswa yang tinggal di asrama, QUT dan Griffith menyediakan dapur bersama yang bisa digunakan untuk memasak makanan sahur dan iftar. Komunitas ICCC di Brisbane juga menyediakan daftar masjid terdekat, termasuk Masjid Holland Park (10 menit dari QUT) dan Masjid Kuraby (15 menit dari Griffith).

Q4: Bagaimana prospek kerja setelah lulus dari QUT atau Griffith untuk warga negara Indonesia?

Jawaban: Berdasarkan data Departemen Imigrasi Australia 2025-2026, 72% lulusan bisnis QUT dan 68% lulusan bisnis Griffith mendapatkan pekerjaan dalam 6 bulan setelah lulus. Gaji rata-rata entry-level adalah AUD 65.000 per tahun. Visa Temporary Graduate (subclass 485) memungkinkan bekerja di Australia hingga 2 tahun (3 tahun untuk Gold Coast). Setelah itu, lulusan dapat mengajukan visa kerja sponsor (subclass 482) atau visa skilled migration (subclass 189/190) jika memenuhi syarat. Untuk kembali ke Indonesia, lulusan QUT dan Griffith diakui oleh BAN-PT dan memiliki jaringan alumni yang kuat. LPDP mewajibkan penerima beasiswa kembali ke Indonesia dalam 2 tahun setelah lulus dan bekerja di Indonesia minimal 5 tahun.

参考资料

  • QS World University Rankings, 2026, QS World University Rankings by Subject: Business and Management
  • Department of Home Affairs Australia, 2026, Student Visa Processing Data for Indonesian Nationals
  • Universities Australia, 2026, International Student Statistics Report for Business Programs
  • Griffith University, 2026, International Student Guide for Indonesian Applicants
  • Queensland University of Technology, 2026, QUT International Student Handbook and Scholarship Information

Student campus

Student campus