2026-05-21 · Marcus Whitlam
Deakin University: Peringkat QS 2026 dan Keunggulan untuk Mahasiswa Indonesia
Pada QS World University Rankings 2026, Deakin University berada di peringkat ke-197 secara global, naik 20 posisi dari tahun sebelumnya. Data Department of Hom
Pada QS World University Rankings 2026, Deakin University berada di peringkat ke-197 secara global, naik 20 posisi dari tahun sebelumnya. Data Department of Home Affairs 2026 menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang memegang visa pelajar di Australia mencapai 18.420 orang, dengan 12% di antaranya terdaftar di universitas di Victoria. Deakin University, yang berbasis di Melbourne, menjadi salah satu tujuan utama karena akreditasi ganda di bidang hukum, kesehatan, dan bisnis—serta fleksibilitas penerimaan lulusan SMA, madrasah, dan jalur SBMPTN/SNMPTN.
Peringkat QS 2026 Deakin University dan Tren Global
Deakin University mencatat lonjakan signifikan dalam QS World University Rankings 2026, dari peringkat ke-217 pada 2025 menjadi ke-197. Peningkatan ini didorong oleh skor sitasi per fakultas yang naik 15% dan rasio mahasiswa internasional yang mencapai 34% dari total populasi. Dalam QS Subject Rankings 2026, Deakin unggul di bidang olahraga dan ilmu olahraga (peringkat ke-9 global), pendidikan (ke-25), serta keperawatan (ke-35).
Secara regional, Deakin berada di peringkat ke-14 di Australia, di bawah Monash (ke-37 global) dan Melbourne (ke-13), namun di atas RMIT (ke-140) dan Swinburne (ke-250). Untuk mahasiswa Indonesia, data Universitas Australia 2026 menunjukkan bahwa Deakin menerima rata-rata 320 mahasiswa baru dari Indonesia setiap tahun, dengan tingkat retensi 89%—tertinggi di antara universitas kelompok teknologi Australia.
Kenaikan peringkat ini tidak lepas dari investasi universitas dalam penelitian kolaboratif dengan mitra di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pada 2025, Deakin meluncurkan pusat riset bersama dengan Universitas Indonesia dan ITB untuk energi terbarukan dan ketahanan pangan. Ini menjadi nilai tambah bagi mahasiswa Indonesia yang ingin terlibat dalam proyek riset sejak tahun pertama.
Jalur Masuk dari SMA, Madrasah, SBMPTN, dan SNMPTN ke Deakin
Deakin University menawarkan jalur masuk yang terstruktur bagi lulusan SMA, madrasah, dan peserta SBMPTN/SNMPTN. Untuk lulusan SMA, nilai minimal rata-rata 7,5 dari 10 di rapor semester 3-5 sudah memenuhi syarat masuk program diploma atau foundation. Lulusan madrasah (MA) dapat menggunakan nilai ijazah MA yang setara dengan SMA, asalkan memiliki sertifikat TOEFL ITP minimal 500 atau IELTS 6.0.
Peserta SBMPTN yang tidak lolos dapat menggunakan nilai UTBK sebagai portofolio untuk program Foundation in Business atau Science di Deakin College. Skor UTBK minimal 550 di bidang Saintek atau Soshum menjadi syarat. Sementara itu, peserta SNMPTN yang diterima di PTN dalam negeri dapat mengajukan transfer kredit hingga 50% dari total SKS, asalkan program studi di Deakin memiliki kesamaan kurikulum minimal 70%.
Deakin juga menerima lulusan program internasional seperti Cambridge A-Level (minimal 2 subjek dengan nilai C) dan International Baccalaureate (minimal 24 poin). Untuk mahasiswa Indonesia yang mengambil program S1 di universitas mitra seperti Universitas Gadjah Mada atau Universitas Airlangga, Deakin menawarkan jalur articulation dengan durasi studi 2+2 tahun.
Beasiswa KAYS, LPDP, dan ICCC Network untuk Mahasiswa Indonesia
Mahasiswa Indonesia memiliki akses ke tiga skema beasiswa utama untuk Deakin University. Beasiswa KAYS (Kemitraan Australia untuk Yayasan Swadaya) menawarkan potongan biaya kuliah hingga 25% untuk program S1 dan S2 di bidang pembangunan berkelanjutan, dengan prioritas bagi mahasiswa dari luar Jawa. Pendaftaran KAYS 2026 dibuka pada Maret hingga Juni 2026, dengan kuota 50 penerima per tahun.
LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) menyediakan beasiswa penuh untuk program S2 dan S3 di Deakin, mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup AUD 30.000 per tahun, dan asuransi kesehatan. Pada 2026, LPDP menargetkan 200 penerima untuk studi di Australia, dengan Deakin sebagai salah satu universitas prioritas karena akreditasi AACSB dan EQUIS di bidang bisnis.
ICCC Network (Indonesia Community and Cultural Centre) adalah inisiatif Deakin yang menyediakan dukungan non-finansial bagi mahasiswa Indonesia, termasuk mentoring dari alumni, bantuan administrasi visa, dan program orientasi budaya. ICCC juga mengelola dana darurat hingga AUD 2.000 per mahasiswa untuk situasi krisis, seperti biaya medis atau repatriasi. Pada 2025, ICCC mencatat 1.200 anggota aktif dari mahasiswa Indonesia di Deakin.
Biaya Kuliah, Hidup, dan Akomodasi di Melbourne 2026
Biaya kuliah di Deakin University untuk 2026 bervariasi berdasarkan program studi. Untuk program S1 di bidang bisnis, biaya kuliah tahunan berkisar antara AUD 34.000 hingga AUD 38.000. Program S1 di bidang teknik lebih mahal, sekitar AUD 40.000 hingga AUD 44.000 per tahun. Program S2 di bidang kesehatan mencapai AUD 42.000 hingga AUD 48.000 per tahun.
Biaya hidup di Melbourne untuk mahasiswa diperkirakan AUD 25.000 hingga AUD 30.000 per tahun, termasuk akomodasi, makanan, transportasi, dan asuransi kesehatan. Akomodasi kampus di Deakin (Burwood, Waurn Ponds, Waterfront) berkisar antara AUD 200 hingga AUD 350 per minggu untuk kamar asrama. Sewa apartemen di luar kampus di area Burwood atau Geelong lebih murah, sekitar AUD 180 hingga AUD 280 per minggu.
Deakin juga menyediakan paket akomodasi terjangkau bagi mahasiswa Indonesia melalui program Homestay dengan keluarga lokal, dengan biaya AUD 250 per minggu termasuk makan tiga kali sehari. Untuk mahasiswa yang membawa keluarga, universitas menawarkan akomodasi keluarga di Geelong dengan sewa AUD 350 per minggu.
Dukungan Halal, Ramadan, dan Komunitas Indonesia di Melbourne
Deakin University memiliki fasilitas yang ramah bagi mahasiswa Muslim Indonesia. Kampus Burwood menyediakan ruang salat khusus dengan kapasitas 50 jamaah, lengkap dengan tempat wudu dan akses 24 jam. Selama Ramadan 2026, universitas akan memperpanjang jam buka ruang salat hingga pukul 22.00 dan menyediakan paket buka puasa gratis di Masjid Al-Hidayah, yang berjarak 10 menit jalan kaki dari kampus.
Makanan halal tersedia di kantin kampus dengan sertifikasi dari Halal Australia (HA). Deakin juga bekerja sama dengan restoran halal di sekitar Burwood, seperti Nasi Goreng Melbourne dan Sate Padang Express, yang menawarkan diskon 10% bagi mahasiswa yang menunjukkan kartu pelajar. Pada 2025, Deakin meluncurkan aplikasi Halal Finder yang menampilkan 50+ lokasi halal di sekitar ketiga kampus.
Komunitas Indonesia di Melbourne cukup besar, dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) cabang Victoria yang aktif mengadakan acara budaya, seperti Pasar Malam Indonesia setiap bulan dan kelas tari tradisional. Deakin juga memiliki Indonesian Student Society (ISS) yang mengelola program buddy system bagi mahasiswa baru dari Indonesia. Pada 2026, ISS merencanakan 15 acara, termasuk seminar karier dengan perusahaan Indonesia di Australia.
Kota Melbourne, Geelong, dan Akses Penerbangan Jakarta-Melbourne
Deakin University memiliki tiga kampus utama di Victoria: Burwood (Melbourne), Waurn Ponds (Geelong), dan Waterfront (Geelong). Kampus Burwood berjarak 15 km dari pusat kota Melbourne, dengan akses trem dan bus langsung. Kampus Geelong menawarkan biaya hidup lebih rendah—sekitar 20% lebih murah dari Melbourne—dan lingkungan yang lebih tenang.
Jakarta-Melbourne direct flights dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Qantas dengan frekuensi 14 penerbangan per minggu pada 2026. Waktu tempuh sekitar 6 jam 45 menit, menjadikan Melbourne sebagai kota Australia paling dekat dengan Indonesia. Bandara Melbourne (Tullamarine) memiliki layanan antar-jemput langsung ke kampus Deakin melalui bus SkyBus yang berhenti di Burwood.
Bahasa-friendly cities di Victoria dan New South Wales (NSW) menjadi daya tarik bagi mahasiswa Indonesia. Melbourne memiliki lebih dari 50 toko kelontong Indonesia, tiga restoran Padang, dan layanan konsuler KJRI yang aktif. Sydney, dengan kampus Deakin di Parramatta (program offshore), juga menawarkan komunitas Indonesia yang besar, meskipun biaya hidup 10% lebih tinggi dari Melbourne.
Jalur Pasca Studi: Visa 485 dan Peluang Karier di Australia
Setelah lulus, mahasiswa Deakin dapat mengajukan Visa Graduate Temporary (Subclass 485) untuk bekerja di Australia hingga 3 tahun (S1) atau 4 tahun (S2). Pada 2026, pemerintah Australia memperpanjang masa tinggal bagi lulusan di bidang STEM, kesehatan, dan pendidikan menjadi 5 tahun. Deakin memiliki Career Service yang membantu mahasiswa Indonesia dalam pencarian kerja, termasuk magang di perusahaan seperti BHP, Telstra, dan Deloitte.
Skilled Occupation List (SOL) 2026 mencakup profesi seperti perawat, insinyur, guru, dan akuntan—semua tersedia di Deakin. Lulusan dengan nilai IPK ≥ 5,5 dari 7 dapat mengajukan Visa Skilled Independent (Subclass 189) tanpa sponsor. Peluang kerja di Victoria juga didukung oleh Victorian Government’s Skilled Migration Program yang menargetkan 5.000 pekerja terampil pada 2026.
Deakin juga menawarkan program alumni yang menyediakan akses ke jaringan 300.000 alumni global, termasuk 1.200 alumni di Indonesia. Setiap tahun, Deakin mengadakan Career Fair di Jakarta dan Surabaya yang menghubungkan lulusan dengan perusahaan multinasional seperti Unilever, Gojek, dan Bank Mandiri.
FAQ
Q1: Apakah Deakin University menerima nilai SBMPTN atau SNMPTN untuk pendaftaran?
Ya, Deakin menerima nilai UTBK (SBMPTN) minimal 550 sebagai portofolio untuk program Foundation in Business atau Science. Peserta SNMPTN yang diterima di PTN dalam negeri dapat mengajukan transfer kredit hingga 50% dari total SKS, asalkan program studi memiliki kesamaan kurikulum minimal 70%. Pendaftaran jalur ini dibuka hingga 31 Juli 2026.
Q2: Berapa biaya kuliah dan hidup di Deakin University pada 2026?
Biaya kuliah untuk program S1 di bidang bisnis berkisar AUD 34.000–38.000 per tahun, sementara teknik AUD 40.000–44.000 per tahun. Biaya hidup di Melbourne diperkirakan AUD 25.000–30.000 per tahun, termasuk akomodasi, makanan, dan transportasi. Akomodasi kampus di Burwood mulai dari AUD 200 per minggu.
Q3: Apakah ada beasiswa LPDP untuk Deakin University?
Ya, LPDP menyediakan beasiswa penuh untuk program S2 dan S3 di Deakin, mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup AUD 30.000 per tahun, dan asuransi kesehatan. Pada 2026, LPDP menargetkan 200 penerima untuk studi di Australia. Pendaftaran dibuka pada Januari hingga Maret 2026.
参考资料
- QS World University Rankings, 2026, QS Top Universities
- Department of Home Affairs, 2026, Student Visa Statistics
- Universities Australia, 2026, International Student Data
- Deakin University, 2026, International Student Guide
- LPDP, 2026, Beasiswa Program Magister dan Doktor

